Perkuat Pertahanan Udara, Rusia Resmi Kerahkan Resimen Pertama Rudal S-500 Prometheus

Sistem pertahanan udara jarak jauh S-500 Prometheus milik Rusia dalam posisi siap luncur. Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan resimen pertama sistem ini telah memasuki tugas tempur, Kamis (18/12/2025). (Dok. Ist)
Sistem pertahanan udara jarak jauh S-500 Prometheus milik Rusia dalam posisi siap luncur. Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan resimen pertama sistem ini telah memasuki tugas tempur, Kamis (18/12/2025). (Dok. Ist)

“Resimen pertama yang dilengkapi dengan sistem rudal permukaan-ke-udara S-500 telah memasuki tugas tempur,” ujar Belousov yang menggambarkan senjata tersebut mampu menyerang target hingga di ruang angkasa dekat.

Integrasi Divisi Pertahanan Udara

Bersamaan dengan pengerahan ini, Rusia juga menyatakan telah membentuk divisi pertahanan udara dan rudal khusus di bawah Angkatan Udara dan Antariksa untuk pertama kalinya.

Hal ini menandakan bahwa S-500 tidak sekadar menjadi perpanjangan dari unit S-400, melainkan bagian dari arsitektur pertahanan terintegrasi.

Baca Juga: Targetkan Forces Goal 2030, Angkatan Udara Bangladesh Resmi Teken LOI Pengadaan Eurofighter Typhoon

Sistem S-500 Prometheus, yang dikembangkan oleh Almaz-Antey, dirancang sebagai sistem mobile yang menggabungkan pertahanan udara jarak jauh dengan pertahanan rudal balistik terminal.

Analis menilai sistem ini berada di ujung atas struktur pertahanan udara berlapis Rusia.

Spesifikasi Teknis dan Jangkauan

Berdasarkan penilaian sumber terbuka, S-500 memiliki jangkauan serangan antara 500 hingga 600 kilometer untuk target tertentu.

Sistem ini diyakini menggunakan beberapa jenis pencegat (interceptor) yang dioptimalkan untuk berbagai ancaman, mulai dari pesawat terbang, rudal jelajah, hingga hulu ledak rudal balistik berkecepatan tinggi.

Secara operasional, resimen S-500 diposisikan sebagai aset perlindungan strategis.

Baca Juga: Lompatan Besar Pertahanan Laut, Frigate Merah Putih ‘KRI Balaputradewa-322’ Resmi Diluncurkan

Misi utamanya diprediksi mencakup pertahanan terhadap otoritas komando nasional, infrastruktur strategis, pangkalan udara utama, serta elemen penangkal nuklir Rusia.

Pengerahan ini menambah kompleksitas baru dalam peta kekuatan militer global, mengingat S-500 menempati ceruk unik yang berbeda dari sistem Barat seperti THAAD milik AS atau Iron Dome/Arrow 3 milik Israel.

(ra)