Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) tidak dapat dilepaskan dari peran platform digital sebagai ruang terjadinya interaksi. Media sosial, aplikasi pesan, dan berbagai platform daring menjadi tempat berkembangnya ekspresi, tetapi juga kerap menjadi arena kekerasan berbasis gender.
Oleh karena itu, pencegahan KBGO tidak hanya menjadi tanggung jawab individu dan negara, melainkan juga platform digital yang menyediakan ruang tersebut.
- Platform Digital sebagai Ruang Publik Baru
Platform digital saat ini berfungsi layaknya ruang publik baru. Di ruang inilah pengguna berinteraksi, menyampaikan pendapat, bekerja, hingga membangun relasi sosial.
Baca Juga: Bentuk-bentuk KBGO yang Sering Tidak Disadari
Namun, minimnya kontrol dan pengawasan yang memadai membuat ruang digital rentan dimanfaatkan untuk melakukan kekerasan berbasis gender online.
Ketika KBGO terjadi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh korban secara personal, tetapi juga memengaruhi rasa aman pengguna lain di platform tersebut.
-
Kebijakan dan Aturan Komunitas Platform
Salah satu peran utama platform digital dalam mencegah KBGO adalah melalui penyusunan kebijakan dan aturan komunitas yang tegas. Aturan ini seharusnya secara eksplisit melarang pelecehan berbasis gender, ujaran kebencian, penyebaran konten intim tanpa persetujuan, serta bentuk kekerasan berbasis gender online lainnya.
Kebijakan yang jelas dan mudah dipahami penting agar pengguna mengetahui batasan perilaku yang diperbolehkan. Tanpa aturan yang tegas, KBGO berpotensi terus dinormalisasi sebagai bagian dari interaksi daring.
- Mekanisme Pelaporan yang Aman dan Aksesibel
Platform digital juga memiliki peran penting dalam menyediakan mekanisme pelaporan yang aman, mudah diakses, dan berpihak pada korban. Prosedur pelaporan yang rumit sering kali membuat korban KBGO enggan melapor.
Mekanisme yang responsif, transparan, dan memberikan perlindungan terhadap korban dari serangan lanjutan dapat membantu meningkatkan rasa aman. Dengan demikian, korban kekerasan berbasis gender online tidak merasa sendirian saat menghadapi kekerasan.
-
Moderasi Konten dan Tanggung Jawab Platform
Moderasi konten menjadi aspek krusial dalam pencegahan KBGO. Platform digital memiliki tanggung jawab untuk menindak konten yang mengandung kekerasan berbasis gender online secara cepat dan konsisten.
Ketidaktegasan dalam moderasi konten dapat memberi ruang bagi pelaku untuk mengulangi kekerasan. Sebaliknya, penegakan aturan yang konsisten dapat memberikan pesan bahwa KBGO bukan perilaku yang dapat ditoleransi.
- Perlindungan Data dan Privasi Pengguna
KBGO sering kali melibatkan pelanggaran privasi, seperti doxing dan penyebaran data pribadi. Oleh karena itu, platform digital perlu memastikan perlindungan data pengguna berjalan dengan baik.
Sistem keamanan yang kuat dan kebijakan perlindungan privasi yang jelas dapat meminimalkan risiko kekerasan berbasis gender online. Perlindungan ini menjadi bagian penting dari upaya pencegahan yang bersifat struktural.
-
Kolaborasi Platform dengan Negara dan Masyarakat Sipil
Pencegahan KBGO membutuhkan kolaborasi antara platform digital, negara, dan masyarakat sipil. Platform tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan regulasi dan pengawasan dari negara, serta masukan dari organisasi masyarakat yang fokus pada isu gender dan hak asasi manusia.
Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan platform tidak hanya berorientasi pada kepentingan bisnis, tetapi juga pada perlindungan hak pengguna, khususnya kelompok rentan.
Baca Juga: Dampak KBGO Terhadap Kesehatan Mental Korban
Peran platform digital dalam mencegah KBGO menunjukkan bahwa kekerasan berbasis gender online merupakan persoalan struktural, bukan semata masalah individu. Pencegahan yang efektif membutuhkan tanggung jawab kolektif dari seluruh ekosistem digital.
Tanpa komitmen yang kuat dari platform digital, ruang daring akan terus menjadi tempat yang tidak aman bagi korban KBGO. Oleh karena itu, penguatan peran dan tanggung jawab platform menjadi langkah penting dalam menciptakan ruang digital yang lebih adil dan aman.
(*Sari)
















