Armor Kayu dan Jaring M-113 Thailand Sukses Tahan Gempuran Roket PF-89 Kamboja

Proyektil roket anti-tank PF-89 gagal meledak dan tersangkut pada armor tambahan berupa jaring dan kayu di sisi kendaraan angkut personel (APC) M-113 milik militer Thailand, Rabu (18/12/2025). (Dok. Ist)
Proyektil roket anti-tank PF-89 gagal meledak dan tersangkut pada armor tambahan berupa jaring dan kayu di sisi kendaraan angkut personel (APC) M-113 milik militer Thailand, Rabu (18/12/2025). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Efektivitas modifikasi pertahanan lapangan teruji dalam konflik perbatasan di Asia Tenggara.

Sebuah insiden pada Rabu (18/12/2025) menunjukkan kegagalan serangan anti-tank pasukan Kamboja terhadap kendaraan tempur Royal Thai Army (RTA).

Baca Juga: Ribuan Massa di Tokyo Turun ke Jalan, Desak Penghentian Aksi Militer Thailand terhadap Kamboja

Proyektil roket yang ditembakkan berhasil diredam oleh armor tambahan sederhana berbahan jaring dan kayu.

Berdasarkan dokumentasi lapangan, proyektil yang diidentifikasi berasal dari roket anti-tank PF-89 tersebut tampak tersangkut dan gagal menembus lapisan baja kendaraan angkut personel (APC) jenis M-113 milik Thailand.

“Proyektil dari roket anti tank PF-89 yang digunakan oleh pasukan Kamboja, terlihat dapat dibungkam dengan armor tambahan dari net dan kayu yang diimplementasikan pada M-113 APC milik RTA,” demikian keterangan visual dari lokasi kejadian.

Spesifikasi PF-89: Roket Sekali Pakai

Senjata yang digunakan dalam serangan tersebut, PF-89, merupakan roket anti-tank tanpa pemandu (unguided) buatan China North Industries Group Corporation (Norinco).

Senjata yang dirancang sejak dekade 80-an ini mengusung prinsip disposable atau sekali pakai (single shot), mirip dengan konsep senjata AT-4 buatan Saab atau Armbrust yang digunakan TNI AD.

Secara teknis, PF-89 terdiri dari roket dengan sirip penyeimbang (fin-stabilised) dan rocket-propelled cartridge.

Baca Juga: Lompatan Besar Pertahanan Laut, Frigate Merah Putih ‘KRI Balaputradewa-322’ Resmi Diluncurkan

Tabung peluncurnya terbuat dari fiberglass-wrapped tube yang kedap air, sehingga memungkinkannya digunakan oleh pasukan infanteri di berbagai medan ekstrem.

Kaitan dengan Alutsista TNI

Meski digunakan dalam konflik Thailand-Kamboja, nama PF-89 juga sempat dikaitkan dengan inventaris militer Indonesia.

Beberapa sumber referensi terbuka menyebutkan jenis senjata ini masuk dalam daftaArmor Kayu dan Jaring M-113 Thailand Sukses Tahan Gempuran Roket PF-89 Kambojar alutsista TNI Angkatan Darat, meskipun bukti visual penggunaannya di Indonesia belum terekspos secara luas.