Apa itu KBGO? Ini Penjelasannya

Seorang perempuan memegang poster bertuliskan "Hidup Perempuan yang Melawan Ketidaksetaraan" saat demonstrasi (Dok. Ist)
Seorang perempuan memegang poster bertuliskan "Hidup Perempuan yang Melawan Ketidaksetaraan" saat demonstrasi (Dok. Ist)

Dalam banyak kasus, KBGO dilakukan secara berulang dan masif, sehingga memperparah tekanan psikologis yang dialami korban.

Maraknya KBGO tidak terlepas dari anonimitas di ruang digital yang membuat pelaku merasa aman dari konsekuensi. Budaya patriarki yang telah lama mengakar juga terbawa ke ruang online, sehingga praktik pelecehan dan kontrol terhadap tubuh serta ekspresi gender korban terus direproduksi.

Di sisi lain, rendahnya literasi digital dan lemahnya penegakan hukum di ruang siber turut memperparah situasi. Banyak korban kekerasan berbasis gender online memilih diam karena takut disalahkan, tidak dipercaya, atau justru kembali diserang di ruang publik.

 Dampak KBGO terhadap Penyintas

Dampak KBGO tidak kalah serius dibandingkan kekerasan di dunia nyata. Secara psikologis, penyintas dapat mengalami stres, kecemasan, depresi, hingga trauma berkepanjangan.

Tekanan ini sering diperparah oleh serangan yang berlangsung terus-menerus dan dapat diakses publik.

Baca Juga: Refleksi Luka Firdaus: 4 Realitas Pahit Novel ‘Perempuan di Titik Nol’ yang Masih Relevan di Indonesia

Secara sosial, penyintas berisiko mengalami pembatasan ruang berekspresi, menarik diri dari media sosial, bahkan kehilangan peluang pendidikan dan pekerjaan. Dengan demikian, KBGO berimplikasi langsung pada hak asasi dan kualitas hidup penyintas.

Pemahaman publik mengenai KBGO menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan. Edukasi tentang etika digital, kesetaraan gender, dan penghormatan terhadap privasi perlu diperkuat, terutama di kalangan pengguna internet aktif.

Selain itu, dukungan terhadap korban dan keberpihakan institusi sangat dibutuhkan agar ruang digital dapat menjadi lingkungan yang lebih aman.

Tanpa perubahan cara pandang dan sistem perlindungan yang memadai, KBGO berpotensi terus meningkat.

(*Sari)