Tragedi Terra Drone Kemayoran: 22 Tewas Terjebak, Pintu Akses Tunggal Jadi Sorotan

"Kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran menewaskan 22 orang. Ledakan baterai dan minimnya akses keluar diduga jadi penyebab fatalitas korban yang terjebak."
Kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran menewaskan 22 orang. Ledakan baterai dan minimnya akses keluar diduga jadi penyebab fatalitas korban yang terjebak. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Kebakaran maut yang melanda Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025), menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar terkait standar keselamatan bangunan.

Sebanyak 22 nyawa melayang dalam insiden tersebut, di mana mayoritas korban ditemukan tewas akibat terperangkap asap tebal di lantai atas.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengungkap fakta mengejutkan.

Gedung bertingkat tersebut diketahui hanya memiliki satu akses pintu untuk keluar-masuk, serta kondisi tangga yang sempit.

Baca Juga: Hasil Liga Italia: Cremonese Imbang 1-1 Kontra Udinese, Gol Terracciano Dibalas Nicolo Zaniolo

“Dari temuan awal, akses hanya satu pintu. Tangga yang diduga sempit juga menjadi instrumen yang kami uji forensik karena menyulitkan evakuasi,” ungkap Kabid Fiskomfor Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Romylus Tamtelahitu.

Kronologi: Ledakan Baterai di Lantai Dasar

Berdasarkan keterangan saksi mata dan penyelidikan awal kepolisian, petaka bermula dari ledakan baterai drone di lantai satu.

Upaya pemadaman menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) gagal total, sehingga api dengan cepat membesar dan asap membubung ke lantai atas.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa posisi titik api di lantai dasar membuat akses keluar utama terblokir.