Kombinasi kedua zat kimia ini bekerja layaknya obat bius alami yang membantu kita mati rasa sejenak terhadap rasa sakit fisik maupun emosional, memberikan rasa tenang, dan membantu kita tidur lebih nyenyak setelahnya.
3. Mengaktifkan Mode “Istirahat” (Saraf Parasimpatis)
Saat kita stres atau panik, tubuh berada dalam mode “lawan atau lari” (saraf simpatis).
Menangis adalah saklar untuk mematikan mode tegang tersebut dan mengaktifkan Sistem Saraf Parasimpatis.
Sistem ini bertugas untuk mengistirahatkan tubuh dan memulihkan energi.
Setelah fase menangis selesai, detak jantung akan melambat, napas menjadi lebih teratur, dan otot-otot yang tegang akan kembali rileks.
Jadi, menangis adalah cara tubuh memberitahu otak: “Oke, bahaya sudah lewat, sekarang waktunya istirahat.”
4. Membersihkan Mata dan Membunuh Bakteri
Di luar manfaat emosional, menangis memiliki fungsi vital bagi kesehatan fisik mata.
Air mata mengandung cairan yang disebut lisozim.
Lisozim adalah enzim yang memiliki sifat antimikroba yang kuat, yang mampu membunuh 90 hingga 95 persen bakteri hanya dalam hitungan menit.
Selain itu, menangis membantu melumasi bola mata dan mencegah selaput lendir mengalami dehidrasi, sehingga penglihatan tetap jernih dan sehat.
Jadi, jika hari ini terasa berat, jangan ditahan.
Menangis bukanlah tanda Anda menyerah, melainkan tanda bahwa Anda sedang merawat diri sendiri agar bisa bangkit kembali dengan lebih kuat.
Baca Juga: Anti Ngantuk dan Gagal Fokus, Ini 5 Cemilan Sehat Teman Kerja Terbaik
(*Mira)
















