Diperiksa KPK Terkait Kasus LPEI, Bupati Gunung Mas Pilih Irit Bicara

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong irit bicara usai diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi fasilitas kredit LPEI yang rugikan negara Rp11 T.
Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong irit bicara usai diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi fasilitas kredit LPEI yang rugikan negara Rp11 T. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, GUNUNG MAS – Bupati Gunung Mas (Gumas), Jaya Samaya Monong (JSM), memilih untuk tidak banyak berkomentar saat dicecar pertanyaan oleh awak media mengenai pemeriksaannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Seperti diketahui, pemeriksaan yang dilakukan lembaga antirasuah pada Selasa (25/11/2025) lalu tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi fasilitas kredit dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kepada Bara Jaya Utama (BJU) Group.

Baca Juga: KPK Kebut Penyidikan, Mantan Petinggi Dewan Mempawah dan Pihak Swasta Diperiksa

Saat ditemui usai menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalimantan Tengah (Kalteng) di Swiss-Belhotel Danum, Palangka Raya, Sabtu (29/11/2025), Jaya hanya melontarkan jawaban singkat dan normatif.

“Tanya ke pihak KPK saja ya,” ujarnya singkat sembari berlalu.

Awak media mencoba menggali lebih dalam dengan menanyakan durasi pemeriksaan maupun jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik kepadanya. Namun, Jaya tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak memberikan detail apa pun.

“Tanya sama mereka saja ya,” katanya tanpa penjelasan tambahan.

Kapasitas Sebagai Mantan Direktur

Sebelumnya, pemanggilan JSM oleh KPK langsung menyita perhatian publik. Pasalnya, kasus kredit LPEI saat ini masuk dalam jajaran perkara besar (big fish) yang dikaitkan dengan potensi kerugian negara mencapai triliunan rupiah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan di Mapolda Kalteng.

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id