Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Indonesia bukan hanya kaya akan rempah, tetapi juga kaya akan rasa manis.
Sebagai negara tropis yang ditumbuhi berbagai jenis pohon palem-paleman (palmae), masyarakat Nusantara sejak dahulu telah memproduksi pemanis alami dengan cita rasa yang khas.
Namun, sering kali kita bingung membedakan satu jenis gula dengan yang lainnya.
Padahal, setiap jenis gula memiliki aroma, tekstur, dan peruntukan masakan yang berbeda.
Baca Juga: Lagi Burnout Berat? 4 Cemilan Ini Bisa Bantu Perbaiki Mood Kamu Seketika
Agar masakan Anda semakin otentik, berikut adalah 5 jenis gula asli Indonesia yang wajib Anda ketahui.
1. Gula Jawa (Gula Merah)
Ini adalah jenis gula yang paling umum ditemukan di pasar tradisional.
Sesuai namanya, Gula Jawa banyak diproduksi di Pulau Jawa dengan bahan dasar utama dari nira pohon kelapa.
Secara fisik, gula ini memiliki ciri khas warna cokelat kemerahan atau terkadang agak gelap.
Biasanya gula ini dicetak dalam bentuk silinder (tabung) kecil atau batok kelapa dengan tekstur yang cukup keras namun masih mudah disisir dengan pisau.
Kegunaannya sangat vital dalam masakan Jawa, menjadi kunci kelezatan hidangan seperti Gudeg, semur, sambal rujak, hingga menjadi bahan dasar pembuatan kecap manis tradisional.
2. Gula Aren
Sering tertukar dengan Gula Jawa, padahal Gula Aren adalah “kasta” yang berbeda dan saat ini sedang sangat populer berkat tren kopi kekinian.
Bahan dasarnya diambil dari nira pohon enau atau pohon aren (Arenga pinnata).
Perbedaan utamanya terletak pada warna dan aroma.
Gula aren memiliki warna cokelat yang lebih gelap dan pekat dibandingkan gula Jawa, serta aroma yang jauh lebih kuat, harum, dan khas.
Jika dijilat, ada sensasi rasa manis yang legit dengan sedikit sentuhan pahit (smoky) yang elegan.
Karena aromanya yang menggugah selera ini, gula aren menjadi primadona untuk campuran minuman seperti es cendol, kopi susu gula aren, dan berbagai jajanan pasar.
3. Gula Lontar
Gula ini adalah kebanggaan masyarakat Indonesia Timur, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sebagian Jawa Timur seperti Tuban atau Lamongan.
Gula ini diolah dari nira pohon lontar atau yang sering disebut pohon siwalan.
Di pasaran, gula lontar sering dijual dalam bentuk cair (seperti madu) atau padatan lempeng.
Rasanya sangat unik, yakni manis dengan sedikit sentuhan rasa gurih dan kompleks yang tidak dimiliki gula lain.
Gula lontar juga sering dianggap sebagai salah satu opsi gula paling sehat karena indeks glikemiknya yang rendah.
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id











