Bumi Sedang Tidak Baik-Baik Saja: 6 Buku Tentang Deforestasi yang Akan Membuka Matamu

"Hutan bukan sekadar kayu. Pahami dampak nyata hilangnya paru-paru dunia lewat 6 rekomendasi buku tentang deforestasi ini. Mulai dari petualangan di Borneo hingga analisis sains mendalam."
Hutan bukan sekadar kayu. Pahami dampak nyata hilangnya paru-paru dunia lewat 6 rekomendasi buku tentang deforestasi ini. Mulai dari petualangan di Borneo hingga analisis sains mendalam. (Dok. Ist)

Sebuah cermin bagi masyarakat modern saat ini.

4. The Overstory – Richard Powers

Jika Anda lebih suka membaca novel fiksi daripada buku sains yang berat, The Overstory adalah mahakarya yang wajib dibaca.

Novel pemenang Pulitzer Prize ini mengisahkan kehidupan beberapa orang asing yang nasibnya saling terhubung oleh satu hal: pohon.

Buku ini menggambarkan perjuangan para aktivis lingkungan yang berusaha menyelamatkan hutan redwood raksasa dari penebangan liar.

Narasi di dalamnya sangat emosional, menegangkan, dan memilukan, memperlihatkan konflik batin manusia antara keserakahan dan keinginan melindungi alam.

5. The Sixth Extinction – Elizabeth Kolbert

Deforestasi adalah salah satu pendorong utama kepunahan massal.

Dalam buku jurnalistik ilmiah ini, Elizabeth Kolbert mengajak pembaca berkeliling dunia untuk melihat spesies-spesies yang berada di ambang kepunahan akibat ulah manusia.

Salah satu babnya membahas secara spesifik bagaimana fragmentasi hutan hujan tropis (akibat pembukaan lahan) menciptakan “pulau-pulau” kecil hutan yang tidak mampu menopang kehidupan satwa, menyebabkan biodiversitas lenyap secara perlahan namun pasti.

6. Why Forests? Why Now? – Frances Seymour & Jonah Busch

Bagi Anda yang ingin memahami deforestasi dari sudut pandang kebijakan dan ekonomi iklim, buku ini adalah referensinya.

Buku ini menyajikan data ilmiah tentang bagaimana hutan tropis adalah aset terbesar dunia untuk melawan perubahan iklim.

Penulis menjelaskan mekanisme ekonomi dan politik di balik penebangan hutan, serta menawarkan solusi konkret bagaimana negara berkembang (seperti Indonesia) bisa mendapatkan keuntungan finansial justru dengan menjaga hutannya, bukan menebangnya.

Membaca buku-buku ini mungkin akan memancing rasa marah atau sedih.

Namun, perasaan itulah yang kita butuhkan untuk mulai peduli.

Hutan tidak punya suara, dan lewat buku-buku inilah jeritan mereka terdengar.

Mari membaca, lalu bergerak untuk bumi yang lebih baik.

Baca Juga: Alarm Bahaya Deforestasi di Balik Duka 34 Warga Sumut yang Gugur, 52 Dinyatakan Hilang Dihantam Bencana

(*Mira)