Bukan Cuma Soal Cuan, Ini 5 Alasan Gen Z Memilih Kerja Sambil Kuliah

"Fenomena mahasiswa bekerja kian marak. Bukan sekadar cari uang, simak 5 alasan cerdas kenapa Gen Z memilih kerja sambil kuliah demi akselerasi karier masa depan."
Fenomena mahasiswa bekerja kian marak. Bukan sekadar cari uang, simak 5 alasan cerdas kenapa Gen Z memilih kerja sambil kuliah demi akselerasi karier masa depan. (Dok. Ist)

Teori di kampus memang penting, tetapi soft skill seperti komunikasi, negosiasi, manajemen waktu, dan kemampuan beradaptasi hanya bisa diasah secara maksimal di lapangan.

Dunia kerja menghadapkan mahasiswa pada tekanan nyata, deadline yang ketat, dan dinamika tim yang beragam.

Gen Z yang bekerja sambil kuliah biasanya tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh (resilient) dan luwes dalam menghadapi masalah, sebuah kualitas yang sangat dicari oleh para rekrutmen perusahaan.

4. Membangun Jejaring (Networking) di Luar Kampus

Kampus adalah tempat yang bagus untuk mencari teman, tetapi dunia kerja adalah tempat terbaik untuk mencari relasi profesional.

Bekerja memungkinkan Gen Z bertemu dengan mentor, praktisi industri, dan kolega dari berbagai latar belakang usia serta pengalaman.

Jejaring ini adalah investasi jangka panjang.

Tidak jarang, tawaran pekerjaan full-time setelah wisuda justru datang dari atasan atau rekomendasi rekan kerja saat mereka masih menjadi mahasiswa pekerja.

5. Eksplorasi Passion dan Minat Karier

Gen Z dikenal sebagai generasi yang sangat peduli pada passion.

Bekerja sambil kuliah memberi mereka ruang eksperimen yang aman untuk mencoba berbagai bidang sebelum benar-benar berkomitmen pada satu jalur karier.

Seorang mahasiswa Hukum mungkin mengambil pekerjaan sampingan sebagai Content Creator, atau mahasiswa Teknik yang menjadi Barista.

Eksplorasi ini membantu mereka memahami apa yang benar-benar mereka sukai dan kuasai, sehingga meminimalisir risiko “salah jurusan” atau terjebak di karier yang tidak membahagiakan di masa depan.

Bekerja sambil kuliah memang menantang dan melelahkan.

Dibutuhkan manajemen waktu yang ekstra disiplin agar akademik tidak terbengkalai.

Namun, bagi Gen Z, segala lelah tersebut adalah investasi yang sepadan untuk masa depan yang lebih cerah dan kompetitif.

Baca Juga: Mapan Dulu, Menikah Kemudian: Mengapa Stabilitas Finansial Jadi Harga Mati Bagi Gen Z?

(*Mira)

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id