“Kami datangkan alat berat, pompa alkon, dan warga di sekitar situ juga kami pastikan kebutuhan dasarnya tercukupi,” imbuhnya.
Ke depannya, BNPB juga akan mengambil langkah relokasi kepada warga yang tinggal di wilayah kritis agar lebih aman dan tidak kembali terancam. Menurut Kepala BNPB, masih ada 28 warga yang saat ini tinggal di kawasan rawan bencana tanah longsor.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Tanpa Jeda 21 Korban Longsor Majenang
Upaya relokasi akan dilakukan setelah upaya penanganan darurat selesai sepenuhnya.
“Ada 28 rumah yang harus direlokasi. Itu pun pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi relokasinya. Sehingga setelah proses tanggap darurat ini selesai, relokasinya sudah kita siapkan,” jelas Suharyanto.
“Kita ungsikan dulu yang berada di titik-titik rawan supaya meninggalkan rumah jangan sampai ada longsor susulan yang mengakibatkan korban tambahan,” tambahnya.
Menurut hasil laporan yang dirangkum Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, per Jumat (14/11) pukul 11.16 WIB, data penanganan longsor Cilacap adalah sebagai berikut:
-
Korban Jiwa: 3 orang meninggal dunia (telah dibawa ke RS Majenang) dan 20 lainnya masih dalam proses pencarian.
-
Korban Selamat: 23 jiwa selamat, namun berada di wilayah rawan bencana. 20 di antaranya telah mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
-
Kerugian Material: 12 rumah rusak berat (tertimbun) dan 16 rumah terancam. Lokasi terdampak berada di Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang.
Upaya pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh tim gabungan. Namun, kondisi cuaca, kondisi tanah yang masih labil, dan minimnya penerangan menjadi tantangan bagi seluruh tim di lapangan.
(*Red)
















