Tragedi SMAN 72 Jakarta: 5 Langkah Penting Pendampingan Anak Korban Bullying Menurut Psikolog

Kasus Ledakan SMAN 72: Ini 5 Cara Dampingi Anak Korban Bullying
Petugas Densus 88 melakukan olah TKP di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pasca ledakan yang diduga terkait aksi teror, Sabtu (8/11/2025). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kasus ledakan yang mengguncang SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025), menyisakan keprihatinan mendalam karena menyebabkan 96 orang terluka.

Pelaku ledakan diduga salah satu siswa sekolah tersebut yang sebelumnya menjadi korban perundungan (bullying).

Kasus ini menjadi pengingat penting akan Dampak Bullying Anak yang bisa berujung pada perilaku ekstrem.

Psikolog Meity Arianty, M.Psi. menilai, kasus ini adalah pengingat bagi orangtua.

Orangtua harus lebih peka terhadap kondisi emosional anak.

Mereka juga perlu mendampingi anak secara aktif jika anak menjadi korban bullying.

Baca Juga: Anak Tiba-tiba Murung dan Menjauh? Kenali 7 Sinyal Tersembunyi Ia Korban Bullying

Berikut adalah 5 langkah penting dalam Pendampingan Anak Korban Bullying menurut Psikolog Meity Arianty:

1. Dengarkan Anak Tanpa Menghakimi

Langkah pertama yang esensial saat anak mengaku menjadi korban bullying adalah mendengarkan secara aktif.