Waspada Bahaya WiFi Publik! Google Imbau Pengguna Android Hindari Akses Internet Gratis

Bahaya WiFi Publik: Risiko Tinggi Peretasan HP Android
Bahaya WiFi Publik: Risiko Tinggi Peretasan HP Android. (Dok. Unsplash/Rodrigo Araya)

Menariknya, 73 persen pengguna Android sebenarnya sudah merasa khawatir, dan 83 persen menilai penipuan mobile sangat berbahaya.

Peringatan dari TSA dan Perubahan Enkripsi Situs Web

Karena risiko ini, Google menekankan bahwa menghindari WiFi publik dapat membantu meminimalkan risiko serangan tersebut. Selain itu, pengguna disarankan untuk selalu:

  • Memperhatikan peringatan sistem Android.
  • Rutin memasang patch keamanan.
  • Mengecek laporan bank atau kredit untuk mendeteksi anomali lebih cepat.

Transportation Safety Administration (TSA) Amerika Serikat juga mengeluarkan peringatan keras pada Juli 2025.

Peringatan ini khususnya ditujukan bagi pengguna yang bepergian.

Mereka menegaskan agar masyarakat tidak memakai WiFi publik gratis, terutama untuk transaksi online.

Pasalnya, hacker dapat memanipulasi komunikasi antara ponsel dan server tujuan.

Baca Juga: 15 Cara Memperkuat Sinyal WiFi di Laptop: Atur Posisi Router, Channel, hingga Upgrade Driver

Bahkan, hacker bisa membuat WiFi palsu yang meniru nama jaringan resmi untuk menjebak korban.

Hal ini memperjelas Bahaya WiFi Publik yang harus diwaspadai.

Di sisi lain, Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS menilai bahwa kondisi keamanan WiFi publik tidak lagi seburuk dulu.

FTC menjelaskan bahwa pada masa awal internet, hotspot memang sangat rawan.

“Dulu, jika Anda menggunakan jaringan WiFi publik untuk internetan, data Anda berisiko. Hal tersebut karena sebagian besar situs web tidak menggunakan enkripsi,” kata FTC.

Saat ini, situasinya sudah berubah karena sebagian besar situs web kini memakai enkripsi.

“Karena itu, terhubung melalui WiFi publik biasanya juga aman,” lanjut FTC.

Tips Aman Menggunakan WiFi Publik

Jika benar-benar perlu menggunakan WiFi publik untuk Keamanan HP Android Anda, berikut adalah langkah-langkah dasar untuk meminimalkan risiko:

  • Gunakan VPN yang aman.
  • Akses hanya situs dengan ikon gembok atau berprotokol HTTPS.
  • Cek apakah nama jaringan WiFi yang Anda sambungkan benar-benar resmi.
  • Matikan fitur auto-connect ke jaringan terbuka.

(*Drw)