Ia menyoroti pentingnya peningkatan kewaspadaan masyarakat, terutama di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi yang membuka peluang munculnya bentuk-bentuk baru kejahatan tersebut.
“Perempuan berdaya adalah kunci keluarga yang tangguh. Ketika perempuan memiliki pengetahuan, keberanian, dan kemandirian, maka keluarga pun terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan ancaman sosial,” ujarnya.
Wakil Bupati juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan ekonomi.
Menurutnya, pembangunan juga diukur dari sejauh mana masyarakatnya merasa aman, terlindungi, dan memiliki kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan.
Baca Juga: Cegah Kekerasan Digital, FJPI Kalbar Gelar Pelatihan dan Pameran Foto Bagi Jurnalis Perempuan
Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sanggau terus berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas lembaga layanan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan dan literasi digital masyarakat.
“Menuju Indonesia Emas 2045, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak harus menjadi agenda bersama. Pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan keluarga memiliki tanggung jawab yang sama untuk melindungi dan memajukan generasi penerus,” tegasnya.
(*Red)
















