Kedua, angin kencang melanda Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, pada Minggu (9/11). Kejadian ini menyebabkan satu orang luka-luka dan 13 KK terdampak. Sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan, beberapa di antaranya rusak berat.
Banjir di Nusa Tenggara Barat (NTB)
Kabupaten Dompu dilanda banjir pada Sabtu (9/11) akibat hujan deras. Bencana ini berdampak pada 4 kecamatan (6 desa dan 5 kelurahan), menggenangi 90 hektare lahan pertanian, dan berdampak pada 342 KK.
Pada saat yang sama, banjir juga terjadi di Kabupaten Bima, melanda 5 kecamatan dan 12 desa. Total 1.055 KK atau 3.285 jiwa terdampak. BPBD setempat melaporkan kondisi air telah surut dan fokus pada pembersihan lumpur.
Kekeringan di Sumatera Utara
Berbeda dari wilayah lain, Kabupaten Samosir mengalami kekeringan sejak Oktober hingga November 2025. Bencana ini berdampak pada 210 KK di 6 kecamatan. BPBD Provinsi Sumatera Utara masih terus mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.
Perkembangan Penanganan Darurat
BNPB juga memantau tujuh kejadian bencana yang masih dalam proses penanganan (pengkinian):
- Kekeringan (Sumut): Di Kabupaten Padang Lawas, 1.822 jiwa (580 KK) masih terdampak kekeringan dan menerima distribusi air bersih.
- Banjir Surut (NTB/Sulteng): Banjir di Kota Bima (NTB) yang sebelumnya berdampak pada 299 KK, dan banjir rob di Parigi Moutong (Sulteng) yang berdampak pada 84 KK, dilaporkan telah surut sepenuhnya.
- Banjir Brebes (Jateng): Banjir di Brebes menyebabkan tiga korban jiwa meninggal dunia dan enam jiwa mengungsi.
- Cuaca Ekstrem Banyumas (Jateng): Status tanggap darurat ditetapkan hingga 24 November 2025. Kejadian ini merusak 17 rumah dan berdampak pada 17 KK.
- Banjir Demak & Banyumas (Jateng): Banjir di Demak yang berdampak pada 10.249 jiwa kini berangsur surut. Banjir di Kabupaten Banyumas (berbeda dari kejadian cuaca ekstrem) yang berdampak pada 50 KK juga telah surut.
Prakiraan Cuaca dan Mitigasi BMKG
Menghadapi tingginya intensitas bencana di Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan untuk periode 11-12 November 2025.
Masyarakat diimbau mewaspadai potensi hujan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Wilayah dengan potensi hujan lebat signifikan mencakup Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Papua Tengah. Peningkatan curah hujan ini dipicu oleh sirkulasi siklonik di Samudra Hindia dan aktivitas gelombang Madden Julian Oscillation (MJO).
BNPB dan BMKG mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah mitigasi aktif:
- Memonitor Peringatan Dini: Aktif memantau prakiraan cuaca harian dari sumber resmi.
- Kesiapsiagaan Lingkungan: Membersihkan saluran air, selokan, dan sungai dari sumbatan untuk mencegah banjir lokal.
- Kesiapsiagaan Individu: Menyiapkan tas siaga bencana (dokumen penting, obat, dll) dan mengenali jalur evakuasi.
- Menghindari Risiko: Saat cuaca ekstrem, hindari aktivitas di luar ruangan yang berisiko, seperti di dekat aliran sungai, tebing, atau pantai.
(*Red)
















