Baca Juga: PSI atau Gerindra? Ini Jawaban Tegas Menteri Budi Arie
Penolakan ini adalah pernyataan sikap bahwa Gerindra Kalbar tidak akan menoleransi masuknya pihak yang kehadirannya hanya didorong oleh momentum politik kekuasaan.
“Kami memiliki banyak kader yang telah berkorban waktu, tenaga, dan harta. Ada kader-kader setia yang memilih terpinggirkan karena mempertahankan kesetiaan, bukan kekuasaan. Mereka adalah bukti bahwa Gerindra berdiri di atas keikhlasan, bukan oportunisme politik. Kehadiran figur baru yang muncul hanya ketika partai berada di puncak kekuasaan adalah bentuk pragmatisme semata” tegas Yuliansyah.
Penegasan DPD: Gerindra Bukan Rumah Singgah
Pada momen penegasan sikap ini, Yuliansyah memperkuat argumennya mengenai visi Gerindra sebagai rumah perjuangan yang konsisten.
“Saya bersama seluruh DPC Gerindra se-Kalbar menyatakan sikap dengan jelas: Gerindra bukan rumah singgah politik. Kami tegaskan, integritas partai tidak boleh ditukar dengan momentum sesaat. Siapa pun yang ingin bergabung harus memahami bahwa Gerindra adalah rumah perjuangan, bukan tempat berlindung bagi mereka yang mencari keuntungan pribadi. Penolakan ini adalah keputusan final dan bentuk pertanggungjawaban kami kepada seluruh kader militan yang telah berjuang.”
Pernyataan Yuliansyah menegaskan solidnya DPD dan DPC se-Kalimantan Barat, menempatkan konsistensi perjuangan dan loyalitas kader jauh di atas pertimbangan kekuatan politik yang bersifat instan.
(*Red)
















