Memasukkan cairan dingin ke dalam sistem tubuh membantu menstabilkan suhu internal sambil mengganti cairan yang hilang.
3. Meredakan Sakit Tenggorokan
Demam sering kali datang bersamaan dengan gejala lain, seperti sakit tenggorokan (radang).
Sensasi dingin dari air es, es batu, atau bahkan es loli (tanpa pemanis buatan) dapat memberikan efek “mati rasa” (numbing) sementara pada tenggorokan.
Ini bisa sangat melegakan, mengurangi rasa nyeri saat menelan, dan lagi-lagi, mendorong Anda untuk minum lebih banyak.
Perhatian! Bukan “Es”-nya, Tapi “Isi”-nya
Nah, di sinilah letak kesalahpahaman mitos tersebut.
Yang berbahaya saat demam bukanlah suhu dinginnya, tetapi isi dari minuman es tersebut.
Minuman yang harus Anda hindari adalah:
- Minuman Manis (Gula Tinggi): Es teh manis, es sirup, es soda, atau minuman kemasan.
Asupan gula yang berlebihan terbukti dapat menekan fungsi sistem kekebalan tubuh untuk sementara waktu. Ini tentu akan menghambat proses penyembuhan.
- Minuman Berkafein: Es kopi atau es teh (terlalu kental).
Kafein bersifat diuretik, yang artinya akan membuat Anda lebih sering buang air kecil dan justru mempercepat proses dehidrasi.
- Minuman Bersoda: Soda dapat mengiritasi tenggorokan dan perut yang sedang sensitif.
Kapan Sebaiknya Memilih Air Hangat?
Meskipun air es bermanfaat, air hangat juga punya kelebihan.
Air hangat sangat disarankan jika demam Anda disertai dengan batuk berdahak atau hidung tersumbat.
Uap hangat dari air tersebut dapat membantu mengencerkan lendir (dahak) sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Kesimpulan:
Saat demam, fokus utama Anda adalah hidrasi.
Minum air putih baik itu dingin, suhu ruang, atau hangat sangat penting.
Jangan takut minum air es (air putih dingin).
Itu aman, tidak akan memperparah demam, dan justru membantu Anda terhidrasi serta merasa lebih nyaman.
Baca Juga: Stop Menggigil! 4 Trik Jitu Ini Bikin Demam Cepat Turun
(*Mira)
















