Sebab, kesehatan mental dapat berpengaruh langsung pada kondisi fisik seseorang.
“Kita sempatkan ambil jeda. Misalnya, malam hari atau weekend. Biar mentalnya tetap terjaga karena sebenarnya mental berpengaruh ke fisik juga,” jelasnya.
Waktu jeda tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas sederhana yang membantu menenangkan pikiran, salah satunya dengan journaling atau menulis jurnal. Sarah menjelaskan, journaling bisa dilakukan kapan pun tanpa aturan waktu tertentu.
“Engga ada waktu tertentu untuk journaling,” sebutnya.
3. Manfaat Journaling Menurut Psikolog
Sarah menegaskan, journaling dilakukan ketika seseorang merasa butuh ruang untuk mengurai perasaan, bukan karena paksaan.
Dengan begitu, kegiatan ini bisa menjadi cara mudah untuk menenangkan diri saat sedang merasa penat.
“Journaling ini sebenarnya proses menulis secara reflektif untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan kita,” ungkap Sarah.
Kegiatan sederhana seperti menulis bisa menjadi ruang aman untuk memahami diri sendiri.
Baca Juga: Saat Dunia Tidur, Gen Z Berkarya: 5 Alasan Mereka Jagoan Tengah Malam
Sarah memaparkan berbagai Manfaat Journaling Menurut Psikolog:
- Meningkatkan Mood dan Fungsi Kognitif: “Faktanya, journaling 15-20 menit selama tiga sampai lima hari berturut-turut menunjukkan dampak positif pada mood dan fungsi kognitif kita.”
- Meningkatkan Self-Esteem dan Kepercayaan Diri: Journaling membantu seseorang mencari tahu apa yang membuatnya berharga, terutama ketika sedang merasa overwhelmed.
- Meningkatkan Relasi Sehat: Setelah memahami perasaannya sendiri, seseorang jadi lebih mudah mengomunikasikan emosinya dengan baik kepada orang lain, yang berdampak pada cara bersosialisasi.
Pada akhirnya, memberi jeda dan menulis jurnal memiliki tujuan yang sama: memberi ruang bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak dan memproses apa yang sedang dirasakan.
Langkah kecil ini dapat membantu Menjaga Kesehatan Mental Gen Z tetap baik di tengah padatnya aktivitas.
(*Drw)
















