Refleksi Agustinus Agus: 11 Tahun Benahi Manajemen ‘Amburadul’ dan Dorong Digitalisasi di Pontianak

"Agustinus Agus ceritakan tantangan 11 tahun pimpin Keuskupan Pontianak, dari isu miring hingga benahi manajemen keuangan 'amburadul' dan dorong digitalisasi. "
Agustinus Agus ceritakan tantangan 11 tahun pimpin Keuskupan Pontianak, dari isu miring hingga benahi manajemen keuangan 'amburadul' dan dorong digitalisasi. (Dok. Mira/Faktakalbar)

Kedua, pembenahan manajemen keuangan yang ia sebut “amburadul” saat pertama kali menjabat pada 2014-2015.

“Di Sintang masalah keuangan sudah tersentuh, sementara di sini belum sama sekali. Untuk mengubah suatu sistem, yang paling berat adalah kita berhadapan dengan orang yang tidak mau berubah,” katanya.

Ketiga, ia mendorong digitalisasi data umat.

“Kalau gereja tidak ikut kemajuan teknologi, kita terlambat. Gereja Katolik jangan hanya mikirkan ngajar agama, kotbah, tapi sistem manajemen modern,” tegasnya.

Ia bersyukur program digitalisasi itu kini telah selesai, salah satunya berkat bantuan seorang ahli dari Jerman yang bekerja sukarela.

Sebagai pesan penutup, Agustinus Agus menekankan pentingnya “berjalan bersama-sama” dan mengingatkan agar gereja tidak menjadi sarana politik atau kepentingan pribadi.

“Berjalan bersama-sama perlu seorang pemimpin. Pemimpinnya pastor. Pastornya harus mengerti. Bagi saya dua hal: mau berkorban dan merendahkan diri,” tutupnya.

Baca Juga: Gaungkan Pesan Damai dan Persaudaraan, Pesparani Katolik ke-2 Pontianak Resmi Berakhir

(*Mira)