Awal Musim Hujan, Banjir Kembali Datang di Grobogan: 2.095 KK Terdampak

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Grobogan melakukan rangkaian upaya penanganan darurat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (22/10). Foto: BPBD Kabupaten Grobogan
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Grobogan melakukan rangkaian upaya penanganan darurat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (22/10). Foto: BPBD Kabupaten Grobogan

Limpasan air juga sempat mengganggu transportasi publik, yakni jalur rel kereta api lintas Jakarta–Surabaya di Kecamatan Gubug.

Akibatnya, perjalanan kereta api sempat terkendala. Namun, PT KAI Daop IV Semarang bersama instansi terkait telah melakukan penanganan, dan jalur tersebut kini telah kembali dapat dilalui.

Baca Juga: BNPB Soroti Ancaman Bencara Hidrometeorologi: Ketika Banjir dan Kekeringan Terjadi Bersamaan

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Grobogan, TNI, Polri, Dinas Sosial, PMI, dan relawan terus melakukan evakuasi warga terdampak.

Proses kaji cepat lapangan serta pembersihan material yang menutup jalan dan jembatan juga masih dilakukan.

Hingga kini, sebagian besar genangan dilaporkan telah surut. Namun, kondisi air di Kecamatan Purwodadi dilaporkan masih stabil pada tinggi muka air 20–50 sentimeter.

Peristiwa banjir kembali datang di Grobogan ini menyoroti tantangan geografis dan hidrologis kabupaten tersebut.

Diapit Pegunungan Kapur di utara dan Pegunungan Kendeng di selatan, Grobogan menjadi perlintasan dua Daerah Aliran Sungai (DAS) besar, yakni DAS Jratun dan DAS Seluna.

Sungai-sungai pada DAS Seluna yang berhulu di Boyolali, Blora, dan Pegunungan Muria, kerap menjadi sumber luapan.

Meskipun pemerintah telah membangun Waduk Kedungombo untuk pengendalian banjir, upaya mitigasi terintegrasi dan kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi kunci menghadapi siklus dua musim ekstrem di Grobogan.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana di Indonesia, BNPB Laporkan Satu Korban Jiwa dan Puluhan Rumah Rusak

(*Red)