Menurutnya, akurasi data adalah kunci utama agar bantuan sosial (bansos) dan program perlindungan sosial lainnya tepat sasaran.
“Data itu sangat dinamis. Setiap hari ada yang lahir, wafat, menikah, atau pindah tempat. Karena itu, akurasi data sangat ditentukan oleh pemutakhiran yang dilakukan di lapangan. Ujung tombaknya ada di Puskesos, kader sosial, pendamping, petugas SLRT, hingga RT dan RW,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, upaya ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang akurasi data dan komitmen pemerintah mewujudkan Satu Data Indonesia.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Tingkatkan Pelayanan Publik Lewat Mal Pelayanan Publik dan Klinik Investasi
Ego sektoral harus dihilangkan demi integrasi data yang valid.
“Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua data harus terintegrasi agar bantuan sosial dan program pemberdayaan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Gus Ipul secara khusus memuji langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang konsisten menjalankan program Puskesos sejak 2019. Ia terkesan dengan pelayanan yang diberikan.
“Saya melihat sendiri bagaimana teman-teman di Pontianak bekerja dengan baik melayani aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Ini praktik baik yang akan kami duplikasi di daerah lain,” katanya, menegaskan bahwa Puskesos Pontianak jadi contoh nasional.
Dukungan Penuh Pemkot Pontianak
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang turut mendampingi kunjungan Mensos, menyambut baik penekanan pada integrasi data. Menurutnya, data akurat adalah fondasi program yang efektif.
“Bantuan sosial merupakan tahap awal dalam memberikan perlindungan dasar bagi warga. Setelah itu, pemerintah daerah akan mendorong masyarakat menuju tahap pemberdayaan agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Edi Kamtono.
Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Trisnawati, menambahkan bahwa jumlah Puskesos di Pontianak telah berkembang pesat dari awalnya hanya dua menjadi 12 unit yang tersebar di enam kecamatan, didanai oleh APBD.
Baca Juga: Jumat Terakhir Sebagai Wali Kota, Edi Kamtono Resmikan Soft Launching Mal Pelayanan Publik
Hal ini membuktikan bahwa Puskesos Pontianak jadi contoh nasional bukan tanpa alasan.
“Bapak Wali Kota juga telah menganggarkan tambahan untuk operasional teman-teman Puskesos,” tutupnya.
(*Red/Kominfo/Prokopim)
















