Angka Stunting Kalbar Justru Naik Jadi 26,8 Persen, Melawi Catatkan Angka Tertinggi

"Angka stunting di Kalimantan Barat (Kalbar) pada 2024 mengalami kenaikan menjadi 26,8%, jauh di atas rata-rata nasional. Kabupaten Melawi mencatatkan angka tertinggi"
Angka stunting di Kalimantan Barat (Kalbar) pada 2024 mengalami kenaikan menjadi 26,8%, jauh di atas rata-rata nasional. Kabupaten Melawi mencatatkan angka tertinggi. (Dok. Ist)

Teo, dari tim kerja peran serta masyarakat BKKBN Kalbar, menyatakan bahwa angka tersebut jauh di atas target nasional sebesar 14 persen dan rata-rata nasional yang berada di 19,8 persen.

“Kalau dibanding nasional jauh sekali, kan? 26,8 ke 19,8 itu cukup tinggi, 7 persen kurang lebih. Nah, ini yang mengherankan malah naik, berarti program pencegahan stunting di Kalbar ini kan tidak berjalan dengan mulus,” ujarnya Rabu, (15/10/2025).

Menurutnya, penanganan stunting tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kerja sama dan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Kalau cuma berharap dari pemerintah, tidak akan bisa. Angka stunting di Indonesia cukup tinggi masalahnya,” tegas Teo.

Data SSGI 2024 juga menunjukkan disparitas yang signifikan antar kabupaten di Kalbar.

Kabupaten Melawi tercatat sebagai wilayah dengan angka stunting tertinggi, mencapai 35,3 persen.

“Yang paling besar ya sekarang, Melawi. Melawi itu 35,3 persen, tinggi sekali. Kalau dari angka Kalbar saja, jauh ya, beda 9 persennya,” paparnya.

Setelah Melawi, Kabupaten Sambas menempati urutan kedua dengan angka di atas 30 persen. Meskipun demikian, Teo menyebut ada beberapa kabupaten di Kalbar yang berhasil menekan angka stunting hingga di bawah rata-rata nasional.

Baca Juga: Wabup Amru Chanwari dan BKKBN Kalbar Bahas Penguatan Program KB di Kayong Utara

(*Mira)