Instruksi Tegas Prabowo: Aparat Diminta ‘Sikat Habis’ Tambang Ilegal di Seluruh Negeri

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada aparat penegak hukum di Pangkal Pinang, Senin, terkait pemberantasan tambang ilegal.
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada aparat penegak hukum di Pangkal Pinang, Senin, terkait pemberantasan tambang ilegal.

Aset tersebut mencakup enam unit smelter milik PT Tinindo Internusa dan beberapa perusahaan lain seperti PT Stanindo Inti Perkasa (SIP) serta PT Venus Inti Perkasa, dengan nilai total diperkirakan mencapai Rp6 triliun hingga Rp7 triliun.

Keberhasilan ini, menurut Presiden, menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memberantas kejahatan kerah putih yang menggerogoti sumber daya alam bangsa.

“Jadi, ini suatu bukti bahwa pemerintah serius sudah bertekad untuk memberantas penyelundupan, membasmi illegal mining, membasmi semua yang melanggar hukum,” ujarnya.

Presiden juga mengungkap data mengejutkan bahwa praktik penyelundupan hasil tambang, khususnya timah, sudah sangat masif. Ia menyebut bahwa sebelumnya, hampir 80 persen produksi timah nasional bocor ke luar negeri secara ilegal.

“Hampir 80 persen hasil timah, setiap tahun diselundupkan,” ungkap Prabowo.

Modus penyelundupan pun beragam, mulai dari kapal besar hingga perahu kecil.

Baca Juga: Prabowo Instruksikan Operasi Besar-besaran, Tutup 1.000 Tambang Ilegal dan Jalur Penyelundupan Timah di Bangka Belitung

Namun, Presiden memastikan semua jalur tikus tersebut kini telah ditutup rapat oleh aparat.

“Kita tutup dan nyelundupnya macam-macam, ada yang pakai kapal, ada yang pakai feri, sekarang tutup, tidak bisa keluar, sampan pun tidak bisa keluar,” katanya.

Dengan digalakkannya operasi penertiban praktik pertambangan ilegal di seluruh penjuru negeri, Kepala Negara optimistis pemerintah mampu menyelamatkan keuangan negara hingga Rp22 triliun sampai akhir tahun ini.