Hacker Bjorka Diduga Bocorkan 341 Ribu Data Polri, Balasan Atas Klaim Polri yang Berhasil Menangkap Dirinya?

Tangkapan layar postingan di akun X yang memperlihatkan data Polri yang diduga diretas Hacker Bjorka. (Dok. X/@secgron)
Tangkapan layar postingan di akun X yang memperlihatkan data Polri yang diduga diretas Hacker Bjorka. (Dok. X/@secgron)

Data yang dihimpun merupakan database pangkat dan penempatan personel Polri sekitar tahun 2016.

Baca Juga: Diduga ‘Bjorka’, Pria Asal Minahasa Ditangkap Polisi terkait Kasus Peretasan Data Bank

Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian dari nama yang tercantum dalam data tersebut kemungkinan sudah memasuki masa purnabakti atau pensiun.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap WFT.

Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Fian Yunus, menyatakan bahwa WFT telah aktif mengaku sebagai Bjorka di media sosial sejak tahun 2020.

Meski demikian, Fian belum dapat memastikan keterkaitan WFT dengan Bjorka yang bertanggung jawab atas kebocoran 1,3 miliar data kartu SIM, data pengguna IndiHome, dan data Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pihak kepolisian menegaskan perlunya investigasi lebih lanjut untuk membuktikan identitas dan peran WFT, termasuk keterkaitannya dengan kasus kebocoran data personel Polri yang terbaru.

“Mungkin, setiap orang bisa jadi siapa saja di internet. Kami perlu pendalaman lebih dalam lagi terkait dengan bukti-bukti yang kami temukan sehingga itu bisa kami formulasikan,” kata Fian di Polda Metro Jaya pada Kamis, (2/10/2025).

(*Red)