Merdeka Gold Resources Memulai Penambangan Perdana di Proyek Emas Pani

Aktivitas penambangan PT Merdeka Gold Resources Tbk. (Dok. Merdeka Copper Gold)
Aktivitas penambangan PT Merdeka Gold Resources Tbk. (Dok. Merdeka Copper Gold)

MGR berencana untuk mengembangkan proyek ini lebih lanjut. Fase berikutnya akan mencakup pembangunan fasilitas carbon-in-leach (CIL).

Fasilitas ini akan memiliki kapasitas awal 7,5 juta ton per tahun dan berpotensi diperluas hingga 12 juta ton per tahun pada tahun 2030, dengan target produksi puncak mencapai 500.000 ons emas per tahun.

Baca Juga: ESDM Tahan Izin Ratusan Perusahaan Tambang Karena Laporan Palsu dan Produksi Berlebih

Presiden Direktur MGR, Boyke Poerbaya Abidin, menekankan pentingnya tonggak sejarah ini bagi perusahaan dan semua pihak terkait.

“Dimulainya penambangan perdana adalah tonggak penting bagi MGR dan seluruh pemangku kepentingan. Fase operasi Tambang Emas Pani menandai dimulainya kegiatan penambangan yang dalam waktu dekat diikuti dengan fase pelindihan (heap leach), pengolahan, dan produksi emas perdana,” jelas Boyke.

Boyke menambahkan bahwa peningkatan aktivitas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi daerah sekitar.

“Peningkatan kegiatan ini secara bertahap akan menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Kami berkomitmen untuk menjalankan operasi yang bertanggung jawab, mematuhi prinsip Good Mining Practices (GMP) serta standar Environmental, Social, and Governance (ESG) yang tinggi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” sambungnya.

Dengan dimulainya tahapan ini, MGR berharap dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi wilayah sekitar, termasuk peningkatan kesempatan kerja, pemberdayaan usaha lokal, dan kontribusi ekonomi melalui pajak dan royalti.

Setelah proses penambangan perdana, kegiatan ore stacking akan dilanjutkan di fasilitas heap leach dengan target menghasilkan emas pertama pada kuartal I 2026.

Baca Juga: Prabowo Instruksikan Operasi Besar-besaran, Tutup 1.000 Tambang Ilegal dan Jalur Penyelundupan Timah di Bangka Belitung

(*Red)