Strategi Investasi Emas yang Tepat Saat Harga Melonjak: Jangan FOMO dan Terapkan Cost Averaging

5 Tips Investasi Emas yang Tepat: Jauhi FOMO dan Cicil Berkala
ILUSTRASI EMAS. (dok. BRI)

Untuk emas fisik, Anda bisa mengumpulkan dana di instrumen yang lebih likuid (seperti reksadana pasar uang atau pendapatan tetap) terlebih dahulu.

Setelah dana terkumpul, belilah emas dalam gramasi besar (10 gram, 25 gram, atau 100 gram).

Kapan Harus Beli dan Jual Emas?

3. Hindari Beli Saat Harga Melonjak Tinggi

Menurut Shierly, harga emas saat ini sudah “ketinggian” untuk investasi jangka pendek.

“Jadi tidak disarankan untuk beli sekarang,” ujarnya.

Membeli saat harga sudah melonjak berisiko tinggi. Dandy menambahkan bahwa investor perlu menganalisis mendalam apa yang membuat harga naik.

Seringkali, kenaikan dipicu oleh ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

4. Waspada Koreksi Harga dan Trauma

Dandy memperingatkan risiko membeli di harga puncak. “Jangan sampai ketika kita beli ternyata itu adalah harga termahal emas, dan dalam beberapa waktu akan turun.”

Jika ini terjadi tanpa tujuan investasi yang jelas, Anda bisa mengalami stres atau bahkan trauma.

Sudah menjadi hal lumrah bahwa setelah harga melonjak, ada kemungkinan besar terjadi koreksi harga.

Baca Juga: Investasi Emas: Simak 7 Perbedaan Antara Emas Antam dan Emas UBS

5. Jual Sebagian untuk Kebutuhan Mendesak

Jika Anda memiliki kebutuhan dana mendesak dalam jangka pendek, inilah saat yang tepat.

Shierly menyarankan, “Kalau ada kebutuhan jangka pendek, bisa jual emas sebagian.”

Dengan harga emas yang sedang tinggi, ini adalah waktu yang menguntungkan untuk merealisasikan keuntungan Anda tanpa mengganggu portofolio jangka panjang secara keseluruhan.

(*Drw)