Strategi Investasi Emas yang Tepat Saat Harga Melonjak: Jangan FOMO dan Terapkan Cost Averaging

5 Tips Investasi Emas yang Tepat: Jauhi FOMO dan Cicil Berkala
ILUSTRASI EMAS. (dok. BRI)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Emas menjadi primadona saat situasi politik global memanas dan kebijakan moneter AS berubah.

Kenaikan harga emas yang terjadi belakangan ini menarik banyak perhatian. Namun, di tengah lonjakan harga ini, sangat penting untuk tahu tips investasi emas yang tepat.

Pengamat pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, menyebut kenaikan ini tak lepas dari peran jutaan spekulator. Pergerakan pasar ini memicu minat investor.

Namun, Perencana Keuangan mengingatkan agar tidak berinvestasi karena Fear of Missing Out (FOMO).

“Sebelum memutuskan investasi ke emas, mesti ngerti dulu cara kerjanya agar enggak beli karena FOMO saja,” ujar Dandy, Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia.

Berikut adalah 5 tips investasi emas yang tepat saat harga sedang tinggi, menurut saran dari perencana keuangan Dandy dan Shierly (Head of Advisory & Financial Planner Finansialku):

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 28 September 2025: Antam Tembus Rp2.290.000/Gram, Dipicu Spekulator

Strategi Jangka Panjang dan Metode Cicil Emas

1. Tentukan Tujuan Jangka Panjang

Emas bukan untuk cepat kaya. Dandy menyarankan untuk menetapkan tujuan yang jelas. Emas paling cocok untuk investasi jangka panjang.

  • Emas berfungsi sebagai pelindung nilai aset (protect value).
  • Instrumen ini menjaga likuiditas portofolio Anda.
  • Pahami profil risiko Anda; emas cocok untuk investor konservatif hingga moderat.

2. Terapkan Strategi Cicil Emas (Cost Averaging)

Shierly sangat merekomendasikan Strategi Cicil Emas. Metode ini dikenal sebagai cost averaging.

Artinya, Anda menginvestasikan jumlah uang yang sama secara berkala ke dalam instrumen investasi.

Strategi Cicil Emas Cost Averaging ideal untuk emas digital.

Untuk emas fisik, Anda bisa mengumpulkan dana di instrumen yang lebih likuid (seperti reksadana pasar uang atau pendapatan tetap) terlebih dahulu.

Setelah dana terkumpul, belilah emas dalam gramasi besar (10 gram, 25 gram, atau 100 gram).

Kapan Harus Beli dan Jual Emas?

3. Hindari Beli Saat Harga Melonjak Tinggi

Menurut Shierly, harga emas saat ini sudah “ketinggian” untuk investasi jangka pendek.

“Jadi tidak disarankan untuk beli sekarang,” ujarnya.

Membeli saat harga sudah melonjak berisiko tinggi. Dandy menambahkan bahwa investor perlu menganalisis mendalam apa yang membuat harga naik.

Seringkali, kenaikan dipicu oleh ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

4. Waspada Koreksi Harga dan Trauma

Dandy memperingatkan risiko membeli di harga puncak. “Jangan sampai ketika kita beli ternyata itu adalah harga termahal emas, dan dalam beberapa waktu akan turun.”

Jika ini terjadi tanpa tujuan investasi yang jelas, Anda bisa mengalami stres atau bahkan trauma.

Sudah menjadi hal lumrah bahwa setelah harga melonjak, ada kemungkinan besar terjadi koreksi harga.

Baca Juga: Investasi Emas: Simak 7 Perbedaan Antara Emas Antam dan Emas UBS

5. Jual Sebagian untuk Kebutuhan Mendesak

Jika Anda memiliki kebutuhan dana mendesak dalam jangka pendek, inilah saat yang tepat.

Shierly menyarankan, “Kalau ada kebutuhan jangka pendek, bisa jual emas sebagian.”

Dengan harga emas yang sedang tinggi, ini adalah waktu yang menguntungkan untuk merealisasikan keuntungan Anda tanpa mengganggu portofolio jangka panjang secara keseluruhan.

(*Drw)