Saat mata terfokus pada objek di dekat Anda yang tidak bergerak, sementara telinga bagian dalam merasakan gerakan kendaraan, konflik sensorik kembali terjadi.
Otak Anda bingung karena mata mengatakan Anda diam, tetapi telinga mengatakan Anda bergerak.
4. Posisi Duduk yang Tidak Tepat
Posisi duduk yang tidak ideal, terutama di kursi belakang, dapat meningkatkan risiko mabuk perjalanan.
Di kursi belakang, Anda mungkin tidak bisa melihat jalan di depan atau cakrawala, yang bisa membantu otak memprediksi gerakan.
Selain itu, guncangan di bagian belakang mobil sering kali lebih terasa.
Duduk di kursi depan dan melihat ke arah jalan dapat membantu menyelaraskan sinyal visual dengan gerakan yang dirasakan tubuh.
5. Kelelahan dan Stres
Kondisi fisik dan mental juga memainkan peran.
Ketika tubuh lelah, sistem saraf menjadi lebih sensitif, sehingga lebih mudah merespons sinyal yang bertentangan.
Stres atau kecemasan sebelum atau selama perjalanan juga dapat memperburuk gejala mabuk perjalanan.
Mencoba untuk rileks dan mendapatkan istirahat yang cukup sebelum bepergian dapat membantu mengurangi kemungkinan mabuk perjalanan.
Baca Juga: Kerugian Kebakaran di Los Angeles Capai Rp2.430 Triliun, Terparah dalam Sejarah California
(*Mira)
















