Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah kunci untuk mencegah penyakit kronis seperti diabetes.
Banyak orang hanya fokus pada makanan manis, padahal ada beberapa faktor lain yang tak kalah berbahaya dan sering kali diabaikan.
Baca Juga: 7 Cara Merawat Tanaman Cabai Agar Berbuah Banyak, Lebat, dan Besar
Berikut adalah lima hal yang dapat memicu lonjakan gula darah dan perlu Anda waspadai.
1. Kurang Tidur Berkualitas
Tidur bukan hanya soal istirahat, melainkan proses penting bagi tubuh untuk meregenerasi sel.
Kurang tidur dapat mengganggu produksi insulin, hormon yang bertugas mengontrol gula darah.
Ketika Anda kurang tidur, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol (hormon stres) yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
Pastikan Anda mendapatkan tidur 7–9 jam per malam untuk menjaga metabolisme tetap optimal.
2. Stres Berlebihan (Stres Kronis)
Tekanan dari pekerjaan atau masalah pribadi dapat memicu tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin.
Hormon-hormon ini secara alami akan menaikkan gula darah sebagai respons “siaga”.
Jika stres berlangsung terus-menerus, kadar gula darah akan sering berada di level tinggi dan meningkatkan risiko resistensi insulin.
Lakukan relaksasi seperti meditasi, yoga, atau sekadar mendengarkan musik untuk mengelola stres.
3. Kurangnya Aktivitas Fisik
Gaya hidup yang kurang gerak membuat sel-sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin, sebuah kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin.
Olahraga membantu otot menggunakan glukosa dari darah untuk energi, sehingga menurunkan kadar gula darah.
Tidak perlu olahraga berat, cukup berjalan kaki 30 menit setiap hari sudah memberikan dampak positif.
4. Dehidrasi atau Kurang Minum Air
Ketika tubuh kekurangan cairan, kadar vasopresin (hormon antidiuretik) akan meningkat.
Hormon ini dapat menyebabkan hati memproduksi lebih banyak gula dan ginjal menahan pelepasan glukosa. Akibatnya, gula darah menjadi lebih pekat.
Pastikan Anda minum air yang cukup sepanjang hari untuk menjaga tubuh terhidrasi dan membantu ginjal membuang kelebihan glukosa.
5. Mengonsumsi Karbohidrat Olahan dan Minuman Manis
Meski sudah sering dibahas, masih banyak yang mengabaikan bahaya karbohidrat olahan (nasi putih, roti putih, pasta) dan minuman kemasan.
Makanan dan minuman ini dipecah menjadi glukosa dengan sangat cepat, menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.
Pilihlah karbohidrat kompleks (nasi merah, gandum utuh) yang dicerna lebih lambat untuk menjaga gula darah tetap stabil.
Baca Juga: Studi: Pengguna Vape Berisiko 7 Persen Lebih Tinggi Terkena Pradiabetes
(*Mira)
















