Pelebaran Defisit APBN Capai Rp321,6 Triliun, Menteri Keuangan Soroti Belanja Negara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan pers terkait kondisi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Agustus 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan pers terkait kondisi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Agustus 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta. (Dok. Youtube Kementrian Keuangan)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa defisit APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) melebar hingga Agustus 2025.

Data terbaru menunjukkan defisit mencapai Rp321,6 triliun, setara dengan 1,35 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Baca Juga: Anggaran Transfer ke Daerah Naik, Defisit APBN 2026 Disepakati Melebar

Menurut Purbaya, pelebaran defisit ini disebabkan oleh realisasi belanja negara yang lebih besar dibandingkan dengan penerimaan negara.

“Hingga 31 Agustus 2025, APBN defisit Rp321,6 triliun atau 1,35 persen dari total PDB nasional,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (22/9).

Hingga akhir Juli 2025, realisasi pendapatan negara tercatat sebesar Rp1.638,7 triliun, yang setara dengan 57,2% dari target APBN 2025.

Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp1.777,3 triliun.

Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp1.960,3 triliun, atau 55,6% dari pagu anggaran.

Angka ini meningkat bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.930,7 triliun.