Kenapa Setiap Orang Butuh Dana Darurat? Simak Panduan Lengkap dari Kemenkeu

Pentingnya Dana Darurat dan Cara Mengumpulkannya
Ilustrasi Dana Darurat Pentingnya Dana Darurat dan Cara Mengumpulkannya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Hidup tidak bisa diprediksi. Tiba-tiba sakit, kendaraan rusak, atau bahkan kehilangan pekerjaan bisa datang tanpa diduga.

Pada saat genting inilah dana darurat berperan sebagai penyelamat. Dana darurat adalah simpanan khusus. Simpanan ini berfungsi sebagai jaring pengaman keuangan.

Dengan dana ini, Anda tak perlu panik atau berutang. Anda juga tidak perlu menjual aset ketika menghadapi situasi mendesak. Dana ini memberikan rasa tenang.

Kebutuhan mendesak bisa terpenuhi tanpa mengganggu anggaran rutin. Tabungan jangka panjang juga aman. Lalu, berapa jumlah dana darurat yang ideal untuk dimiliki?

Baca Juga: Mengenal Tiga Gaya Keterikatan (Attachment Style) dalam Hubungan

Berapa Jumlah Ideal Dana Darurat yang Harus Dimiliki?

Menurut Kementerian Keuangan (Kemenkeu), jumlah dana darurat yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda.

Hal ini tergantung pada kondisi finansial dan jumlah tanggungan.

Berikut panduan jumlah idealnya:

  • Individu lajang: Idealnya memiliki dana darurat 3–6 kali pengeluaran bulanan. Contohnya, jika pengeluaran bulanan Anda Rp 3 juta, target dana daruratnya adalah Rp 9 juta–Rp 18 juta.
  • Keluarga dengan tanggungan: Jika sudah berkeluarga atau punya anak, dana darurat sebaiknya 6–12 kali pengeluaran bulanan. Contoh: jika pengeluaran Rp 5 juta per bulan, dana darurat yang disiapkan adalah Rp 30 juta–Rp 60 juta. Aturan ini juga berlaku untuk freelancer atau pekerja dengan penghasilan tidak tetap. Mereka memiliki risiko kehilangan pemasukan yang lebih tinggi.

Tips Mengumpulkan Dana Darurat Ala Kemenkeu

Mengumpulkan dana darurat butuh disiplin. Namun, Anda bisa memulai dari langkah sederhana. Ini dia cara mengumpulkan dana darurat yang efektif:

  • Prioritaskan dana darurat: Sisihkan 10–15% dari penghasilan bulanan. Lakukan ini sebelum mulai berinvestasi.
  • Pisahkan rekening: Simpan dana darurat di rekening khusus. Ini akan mencegah Anda tergoda memakainya untuk kebutuhan konsumtif.
  • Mulai dari nominal kecil: Konsistensi lebih penting daripada besarannya. Menabung sedikit demi sedikit akan menumbuhkan kebiasaan baik.
  • Manfaatkan penghasilan tambahan: Gunakan THR, bonus tahunan, atau pemasukan tak terduga. Ini dapat mempercepat pencapaian target dana darurat Anda.

Tempat Terbaik untuk Menyimpan Dana Darurat

Baca Juga: 5 Tips Wawancara Kerja Efektif, Tingkatkan Peluang Anda Diterima

Agar dana darurat aman dan mudah diakses, Anda bisa menyimpannya di beberapa instrumen.

  • Rekening tabungan: Mudah dicairkan, meski bunganya relatif kecil.
  • Deposito tenor pendek (3–6 bulan): Cocok untuk dana yang jarang digunakan. Imbal hasilnya lebih baik daripada tabungan biasa.
  • Reksa dana pasar uang: Imbal hasil lebih tinggi, likuid, dan mudah dicairkan kapan saja.

Jika dana darurat sudah terpakai, segera buat rencana untuk mengisinya kembali. Memiliki dana darurat adalah langkah penting dalam menjaga stabilitas finansial.

Prinsip utamanya sama: dana ini harus aman, mudah diakses, dan hanya untuk keperluan darurat.

Dengan perencanaan yang tepat, dana darurat akan menjadi fondasi kokoh untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

(*Drw)