Para ahli menekankan, membiarkan boreout terlalu lama bisa merugikan kebahagiaan.
Keith Spencer, pakar karier di Resume Now, menjelaskan, “Kebosanan bukan sekadar kemerosotan sementara, melainkan sesuatu yang dapat memiliki konsekuensi emosional yang berkepanjangan.”
Boreout dapat memicu reaksi fisik dan mental yang sama dengan burnout.
Ini termasuk insomnia, kelelahan, dan depresi. Semakin lama kita terjebak, semakin besar kemungkinan mengalami burnout.
Baca Juga: Alarm Merah untuk Pekerja Keras: 5 Penyakit yang Mengintai Saat Anda Sering Lembur
Cara Mengatasi Boreout dan Merasa Berarti Kembali
Untuk mencegah dampak negatif, ambil tindakan sejak dini. Escalera menyarankan untuk tidak menunggu terlalu lama.
Perubahan tidak akan terjadi jika kita tidak bersuara.
“Jika kamu berjuang melawan rasa bosan dan merasa tidak terlibat, mulailah dengan berfokus pada kesejahteraan diri,” kata Karishma Patel Buford, kepala sumber daya manusia di Spring Health.
Berikut adalah beberapa cara mengatasi boreout yang bisa dicoba:
- Tinjau kembali tujuan kerja: Cobalah terhubung kembali dengan motivasi awal Anda bekerja.
- Komunikasi dengan manajer: Diskusikan kemungkinan mengambil tugas yang lebih menantang.
- Cari tantangan di luar pekerjaan: Patel Buford menyarankan untuk menantang diri di luar kantor. “Temukan kembali tujuan dengan mencari cara untuk menyelaraskan pekerjaan dengan nilai-nilai dan keahlian yang dimiliki,” ujarnya. Ikuti kursus online, mulai usaha sampingan, atau kembangkan keterampilan baru.
Merasa bosan bukanlah kegagalan. Ini adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diubah.
Anda berhak mendapatkan pekerjaan yang menantang dan membuat Anda berkembang.
(*Drw)
















