Dongkrak IPM, BKKBN Kalbar Prioritaskan Pembangunan Kualitas Manusia

"BKKBN Kalbar fokus pada peningkatan kualitas manusia untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di posisi rendah. Upaya ini melibatkan seluruh komponen masyarakat. "
BKKBN Kalbar fokus pada peningkatan kualitas manusia untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di posisi rendah. Upaya ini melibatkan seluruh komponen masyarakat. (Dok. Mira/Faktakalbar)

Faktakalbar.id, Pontianak – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar acara media gathering di Aula Kencana BKKBN.

Senin, (22/9/2025) Acara ini melibatkan perwakilan jurnalis dari Pontianak.

Baca Juga: BKKBN Kalbar Menggandeng Media Jadi “Jembatan” Donasi, Ungkap Keterbatasan Anggaran Pemerintah untuk Atasi Stunting

Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Nuryamin, mengatakan bahwa posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar yang berada di peringkat ke-31 nasional menjadi alasan utama BKKBN memprioritaskan kualitas manusia.

“Jadi, karena posisi IPM kita bisa dibilang masih rendah, tentu ada upaya-upaya aktif lagi. Upaya gerakan semua. Bukan cuma dari pemerintah saja, termasuk dari media,” ucap Nuryamin.

Menurutnya, BKKBN saat ini lebih fokus pada pembangunan kualitas manusia daripada kuantitas.

Nuryamin menekankan bahwa kualitas manusia sangat menentukan kemajuan, meskipun kuantitas juga tidak bisa dihindari.

“Saya ingin perhatikan adalah pembangunan manusia, meskipun pembangunan lain itu tetap dipakai juga. Jadi pembangunan manusia ini secara universal, secara umum, itu perlu dukungan dari pembangunannya,” katanya.

Nuryamin juga menyoroti peran penting media dalam mengedukasi masyarakat, mengawasi kinerja pemerintah, dan mendorong masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.

Ia berharap media bisa menjadi mitra strategis untuk mencapai pembangunan manusia yang lebih baik.

Nuryamin menegaskan bahwa perbaikan IPM bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh komponen masyarakat yang ada di provinsi ini.

Baca Juga: Nuryamin Minta Media Kawal Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Sasaran Tepat untuk Cegah Stunting

(*Mira)