Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Sebuah riset baru yang diterbitkan di jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology mengungkap fakta mengejutkan.
Sekitar 44 persen orang berusia 15 tahun ke atas tidak menyadari dirinya terkena diabetes. Data ini dikumpulkan dari 204 negara dan wilayah.
Studi ini mengkaji data dari tahun 2000 hingga 2023. Temuan ini menyoroti kurangnya kesadaran publik terhadap gejala diabetes.
Terutama di kalangan generasi muda yang seringkali merasa sehat.
Lauryn Stafford, penulis utama studi, mengungkapkan temuannya. Mayoritas pengidap diabetes yang tidak terdiagnosis adalah diabetes tipe 2.
Tingginya angka ini disebabkan minimnya skrining pada kelompok usia muda. Hanya 20 persen kelompok dewasa muda yang mengetahui kondisinya.
Baca Juga: 7 Jurus Jitu Tetap Bugar di Musim Hujan, dari Jaga Imun hingga Lawan Nyamuk DBD
Studi ini membuktikan adanya kesenjangan diagnosis.
Penyebab Diabetes pada Gen Z Sering Tidak Terdeteksi
Lebih banyak orang berusia di bawah 35 tahun yang tidak menyadari kondisi diabetesnya. Hal ini berbeda dengan kelompok paruh baya atau lansia.
Salah satu alasan utamanya adalah kurangnya skrining rutin. Banyak organisasi besar, seperti American Diabetes Association, menganjurkan skrining rutin.
Namun, anjuran itu lebih ditujukan untuk orang dewasa berusia 35 tahun ke atas. Akibatnya, banyak kasus diabetes pada Gen Z yang luput dari pantauan.
Menurut Stafford, seseorang bisa hidup dengan kadar glukosa tinggi selama bertahun-tahun.
Hal itu bisa terjadi sampai tiba-tiba muncul komplikasi serius. Mendiagnosis diabetes sejak dini sangat penting.
Dr. Rita Kalyani, kepala ilmiah dan medis American Diabetes Association, menekankan hal ini. Diagnosis dini memungkinkan penanganan yang tepat waktu.
Baca Juga: Trik Menyimpan Sayuran Tanpa Kulkas agar Tetap Segar
Tujuannya untuk mencegah atau menunda komplikasi jangka panjang. Komplikasi itu antara lain penyakit jantung, gagal ginjal, kerusakan saraf, dan kehilangan penglihatan.
Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai dan Tantangan Pengobatan
Dr. Kalyani menyebut beberapa gejala diabetes yang perlu diwaspadai:
- Peningkatan rasa haus atau lapar.
- Sering buang air kecil.
- Penglihatan kabur.
- Penurunan berat badan yang tidak terduga.
- Kelelahan.
Namun, pada tahap awal, banyak pengidap diabetes tidak menunjukkan gejala. Ini menyoroti pentingnya skrining dan diagnosis.
Menurut studi 2018, sekitar sepertiga orang dewasa didiagnosis lebih lambat dari gejala awal.
Baca Juga: Manfaat Uap Nasi untuk Wajah: Mitos atau Fakta? Cara Glowing Alami yang Benar
Secara global, pada 2023, hanya 40 persen pengidap diabetes yang diobati mendapatkan hasil optimal.
Kondisi ini mengejutkan, padahal pengobatan seperti insulin dan Metformin sudah tersedia. Pengidap diabetes juga sering memiliki masalah kesehatan lain.
Contohnya hipertensi atau penyakit ginjal kronis. Kondisi ini dapat membuat pengobatan menjadi rumit.
(*Drw)
















