Faktakalbar.id, NASIONAL – Pasar modal Indonesia kembali bergairah. Pada September 2025, sejumlah perusahaan siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Initial Public Offering (IPO).
Fenomena ini menarik perhatian banyak investor yang ingin mencari peluang baru untuk diversifikasi portofolio mereka.
Baca Juga: CEO Danantara Tegaskan Tak Ada Rencana Ambil Alih 51% Saham BCA
IPO adalah proses saat sebuah perusahaan swasta pertama kali menjual sahamnya kepada publik.
Langkah ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan modal tambahan guna ekspansi bisnis atau membayar utang.
Cara Cek Saham yang Akan IPO
Bagi Anda yang tertarik mengikuti perkembangan ini, ada beberapa cara mudah untuk mencari informasi tentang saham-saham yang akan IPO pada September 2025:
- Website BEI (idx.co.id): Kunjungi situs resmi Bursa Efek Indonesia dan cari menu “Pencatatan Perdana”. Di sana, Anda akan menemukan daftar emiten yang sedang dalam antrean, lengkap dengan jadwal dan prospektus mereka.
- Portal e-IPO (e-ipo.co.id): Platform ini menyediakan daftar perusahaan yang sedang dalam masa penawaran. Anda bisa membaca prospektus dan jadwal IPO secara langsung di halaman utama.
- Aplikasi Sekuritas: Banyak aplikasi broker saham sudah memiliki fitur khusus IPO. Cukup buka aplikasi trading Anda, dan biasanya akan ada daftar saham yang akan segera melantai. Anda bahkan bisa mengaktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan informasi.
Prediksi dan Perkembangan IPO September 2025
BEI melaporkan, ada tujuh perusahaan yang masuk dalam pipeline IPO pada awal September 2025.
Salah satunya adalah anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang mengelola Proyek Emas Pani di Gorontalo.
Perusahaan ini disebut sudah memasuki tahap registrasi kedua di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Pembukaan BEI 2025: Sri Mulyani Bicarakan Pajak Barang Mewah, OJK Optimis Genjot Bursa Saham
Selain itu, ada juga perusahaan dari kelompok OT Group yang disebut-sebut akan melantai di bursa. Namun, pihak OT Group memberikan klarifikasi terkait kabar tersebut.
“Kami masih fokus pada proses konsolidasi internal dan belum ada perkembangan berarti terkait rencana melantai di bursa,” ujar perwakilan OT Group.
Dari tujuh perusahaan dalam antrean, tiga di antaranya memiliki aset di atas Rp250 miliar, sementara empat lainnya masuk kategori aset menengah dengan nilai antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Membeli Saham IPO: Apakah Menguntungkan?
Saham IPO sering kali dipandang sebagai peluang emas karena berpotensi memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Tak jarang, harga saham bisa melonjak drastis pada hari pertama pencatatan, memberikan cuan signifikan bagi investor yang masuk sejak awal.
Selain itu, harga IPO biasanya relatif rendah. Jika perusahaan mampu berkembang, keuntungan jangka panjang juga bisa didapat melalui dividen.
Baca Juga: Tesla Usulkan Paket Gaji Fantastis: Elon Musk Berpotensi Jadi Triliuner Pertama di Dunia
Namun, investasi di IPO juga memiliki risiko. Saham bisa saja anjlok sesaat setelah listing. Informasi yang tersedia pun sering kali terbatas karena prospektus hanya berisi data singkat.
Hal ini membuat analisis mendalam menjadi lebih sulit, apalagi jika emiten tersebut masih sangat baru di pasar.
Oleh karena itu, membeli saham IPO membutuhkan pertimbangan matang dan strategi manajemen risiko yang tepat.
(*Red)
















