Peristiwa banjir di musim kemarau ini menjadi sorotan karena pola cuaca yang tidak biasa.
Gunung Lewotobi Laki-laki Berstatus Awas
Laporan signifikan lainnya datang dari Flores Timur, NTT, di mana Badan Geologi melalui PVMBG menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) sejak Sabtu (6/9) pukul 10.00 WITA.
Peningkatan status ini dipicu oleh deteksi tremor menerus, yang menandakan bahwa magma mulai mendekati permukaan dan berpotensi memicu erupsi eksplosif.
Baca Juga: Laporan Peringatan Dini BNPB: Waspada Ancaman Bencana Hidrometeorologi Basah dan Kering
Data kegempaan juga menunjukkan peningkatan signifikan pada gempa tremor harmonik dan gempa vulkanik dalam, mengindikasikan adanya suplai magma baru.
Pada Sabtu sore, gunung ini bahkan sempat erupsi dengan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak. Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di wilayah Wulanggitang dan Hokeng.
Imbauan kepada Masyarakat
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dan sektoral barat daya – timur laut 7 km dari pusat erupsi, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
Baca Juga: BNPB: Banjir Rendam Banten, Karhutla di 4 Provinsi, dan Erupsi Lewotobi Masih Mengancam
(*Red)
















