Di Provinsi Sumatera Barat, upaya pemadaman masih terus berlangsung di Nagari Guguak Sarai, Kabupaten Solok.
Baca Juga: Karhutla di Riau Meluas, BNPB Desak Penetapan Status Tanggap Darurat
Api yang berkobar sejak Jumat (11/7) telah menghanguskan sekitar 41 hektar lahan.
Suhu udara yang panas dan minimnya curah hujan menjadi kendala utama.
Akibatnya, Pemerintah Kabupaten Solok telah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan.
Pulau Kalimantan juga tidak luput dari bencana ini. Di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, lahan seluas 9 hektar dilaporkan terbakar pada Selasa (22/7).
Kebakaran ini diduga sengaja dilakukan oleh oknum warga dan cepat meluas akibat cuaca panas. Upaya pemadaman oleh BPBD Kabupaten Ketapang dan unsur terkait sempat terhambat karena minimnya sumber air, namun akan dilanjutkan kembali.
Menyikapi maraknya kejadian ini, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi kering seperti karhutla dan kekeringan, terutama saat memasuki musim kemarau.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara membakar atau membakar sampah sembarangan.
Baca Juga: BNPB Laksanakan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Tangani Karhutla di Riau
Meskipun Indonesia telah memasuki musim kemarau, beberapa wilayah seperti Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian barat, Sulawesi bagian tengah, Maluku, dan Papua masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Warga di wilayah-wilayah tersebut diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, termasuk banjir, banjir bandang, dan angin kencang.
(*Red)
















