Selain karhutla, bencana angin kencang dilaporkan menerjang Kota Sabang, Aceh, pada Senin (21/7) pagi.
Insiden ini menyebabkan 12 rumah warga mengalami kerusakan, mayoritas pada bagian atap.
Sejumlah pohon tumbang juga sempat menutup akses jalan sebelum akhirnya dibersihkan oleh petugas.
Menyikapi maraknya kejadian ini, terutama dengan masuknya musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia, BNPB memberikan beberapa imbauan penting.
Pemerintah daerah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
Upaya mitigasi seperti patroli terpadu dan pemadaman dini titik api harus dilakukan secara rutin, khususnya di wilayah rawan.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap siaga dan aktif mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi. Jika menemukan titik api atau kondisi darurat, segera laporkan kepada pihak berwenang.
Baca Juga: Karhutla Meluas di Sumatra dan Aceh, BNPB Minta Warga Waspada
Untuk kesiapsiagaan menghadapi angin kencang, masyarakat diimbau secara mandiri memangkas ranting pohon yang rapuh, menebang pohon yang berpotensi tumbang di sekitar permukiman, serta memperkuat struktur bangunan, terutama atap, jendela, dan pintu, agar tahan terhadap tiupan angin.
Kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana karhutla dan hidrometeorologi lainnya di musim kemarau ini.
(*Red)
















