BNPB Kendalikan Cuaca Ekstrem Lewat OMC, Hujan di Jabodetabek Menurun

Konferensi pers terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama awak media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/7). Foto: HO/Faktakalbar.id
Konferensi pers terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama awak media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/7). Foto: HO/Faktakalbar.id

“Dengan berkurangnya hujan, upaya penanggulangan banjir di wilayah hilir seperti pemompaan air, penguatan tanggul, dan pengeringan bisa berjalan lebih optimal,” tulis BNPB pada keterangan resminya.

Masyarakat pun diharapkan dapat segera kembali menjalankan aktivitas normal pasca banjir.

BNPB menilai bahwa langkah mitigasi ini mulai menunjukkan hasil dan memberikan dampak nyata bagi warga terdampak.

Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut

Meskipun tren hujan menurun, BMKG memperingatkan adanya potensi gangguan cuaca baru mulai 12 Juli 2025.

Beberapa gelombang atmosfer terpantau kembali aktif dan dapat berdampak pada peningkatan curah hujan, terutama di wilayah Indonesia timur.

BNPB juga mengimbau Pemerintah Daerah untuk siaga dengan rutin memeriksa kondisi infrastruktur seperti tanggul dan saluran drainase.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Wilayah di Tengah Peralihan Musim

Sementara itu, masyarakat diimbau ikut aktif mencegah risiko bencana dari rumah masing-masing.

Langkah-langkah kecil seperti membersihkan saluran air, memeriksa kekuatan atap rumah, memangkas pohon yang rawan tumbang, serta menyusun rencana evakuasi keluarga sangat dianjurkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi di musim kemarau basah ini.

(*Red)