Faktakalbar.id, NASIONAL – Tina Astari, istri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman, tengah menjadi perbincangan hangat publik.
Sorotan ini muncul setelah beredarnya surat dari Kementerian UMKM yang diduga berisi permintaan dukungan dan fasilitas negara untuk kunjungan ke sejumlah negara di Eropa.
Surat tersebut tertulis sebagai bagian dari kegiatan “Misi Budaya” yang rencananya akan berlangsung selama 14 hari, mulai (30/6) hingga (14/7).
Baca Juga: Ramai Isu Fasilitas Negara untuk Istri ke Eropa, Maman: “Bukan dari Uang Negara!”
Dokumen bernomor B-466/SM.UMKM/PR.01/2025 itu ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, dan ditujukan kepada sejumlah perwakilan diplomatik RI di luar negeri.
Negara-negara yang tercantum dalam surat tersebut meliputi Turki, Bulgaria, Belanda, Belgia, Prancis, Swiss, dan Italia.
Setelah beredar di media sosial, surat ini langsung menuai banyak kritik dari masyarakat.
Banyak yang menilai keberangkatan Tina Astari sebagai bentuk penyalahgunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, terlebih karena Tina bukan pejabat struktural di kementerian.
Padahal, secara resmi Tina Astari hanya menjabat sebagai Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) di lingkungan Kementerian UMKM.
Sejumlah pengamat dan netizen pun mempertanyakan legalitas dan urgensi dari permintaan dukungan negara tersebut.
“Kenapa istri menteri bisa meminta dukungan diplomatik untuk agenda pribadi? Ini potensi konflik kepentingan,” tulis salah satu pengguna X (dulu Twitter).
Baca Juga: Viral! Dugaan Surat Kunjungan Istri Menteri Maman Keliling Eropa, Netizen Komentar Pedas
Tak hanya itu, kegiatan yang disebut sebagai “Misi Budaya” juga belum dijelaskan secara konkret bentuknya, maupun relevansinya terhadap peningkatan sektor koperasi dan UMKM nasional.
Ketiadaan penjelasan tersebut semakin memperkuat kecurigaan publik terhadap penggunaan anggaran dan sumber daya negara.
















