Pegadaian: Dari Dana Kebajikan Umat hingga Creative Lounge UNTAN, Wujud Kontribusi untuk Masyarakat

Holilur Rohman (Kadiv Usaha Syariah Pegadaian), dan Abdul Lapaz Isnainy (Senior Vice President PT Pegadaian Area Kalimantan Barat), dalam agenda Khitanan Massal "Langkah Emas Anak Soleh", Minggu, (22/6/2025). (Dok. Faktakalbar.id)
Holilur Rohman (Kadiv Usaha Syariah Pegadaian), dan Abdul Lafaz Isnainy (Senior Vice President PT Pegadaian Area Kalimantan Barat), dalam agenda Khitanan Massal "Langkah Emas Anak Soleh", Minggu, (22/6/2025). (Dok. Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Khitanan massal “Langkah Emas Anak Soleh” yang sukses digelar PT Pegadaian di Pontianak pada Minggu (22/6/2025) bukan sekadar acara bakti sosial.

Kegiatan ini menjadi komitmen Pegadaian sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat, menyalurkan kembali Dana Kebajikan Umat (DKU) untuk berbagai sektor vital.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pasca-kegiatan di Kantor Pegadaian Pontianak.

“Pengadaian itu dekat dengan masyarakat, dan masyarakat itu nanti mengkontribusikan untuk dirinya sendiri,” ujar Holilur Rohman, Kadiv Usaha Syariah Pegadaian, menjelaskan sumber Dana Kebajikan Umat.

Ia memaparkan bahwa DKU berasal dari sisa kelebihan pembayaran nasabah yang gagal bayar namun jaminannya telah dikelola, dan sisa dananya tidak diambil kembali oleh nasabah dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga: Asyik Main Game Saat Dikhitan, Abdi Hafiz Jadi Bukti Modernitas Khitanan Massal Pegadaian Pontianak

“Kami berikan jangka waktu, dan jika tidak diambil, kepercayaan diberikan kepada kami untuk mengelolanya dan diberikan kepada masyarakat seperti kegiatan khitanan masal hari ini,” tegas Holilur.

DKU ini disalurkan melalui berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga sarana dan prasarana publik.

“Salah satu bentuk kontribusi di sektor kesehatan ini adalah melalui layanan khitanan massal yang menggunakan metode terbaik dan tenaga profesional terbaik,” tambahnya, merujuk pada partisipasi dr. Imam Khoiril Fajri.

Holilur juga menyoroti antusiasme masyarakat. “Alhamdulillah partisipasinya tinggi, kita buka kuota 124 anak, langsung penuh bahkan masih ada yang antre,” ungkapnya.

Selain khitanan, Pegadaian juga aktif dalam kegiatan lain seperti literasi keuangan.

Baca Juga: Abdul Lafaz Isnainy: Dorong Kinerja Syariah dan Inovasi Sosial Pegadaian di Kalimantan Barat

Menambahkan pernyataan Holilur, Abdul Lafaz Isnainy, Senior Vice President PT Pegadaian Area Kalimantan Barat, menegaskan keberadaan unit Syariah di Pegadaian.

“Betul tadi apa yang disampaikan oleh Pak Holil, jadi di Pegadaian itu ada unit Syariahnya juga, dan kami juga disini ada cabang yang memang khusus untuk nasabah yang memiliki preferensi terhadap layanan-layanan berbasis Syariah,” jelas Abdul Lafaz.

Ia bangga menyebutkan bahwa kinerja cabang Syariah di Pontianak saat ini menjadi yang paling tinggi dibandingkan cabang konvensional, meskipun layanan Syariah tetap bisa diakses di outlet konvensional manapun.

Mengenai rencana ke depan, Abdul Lafaz menyatakan bahwa Pegadaian memiliki kegiatan rutin seperti binaan bank sampah. Untuk kegiatan sosial dari Dana Kebajikan Umat, pihaknya akan menyesuaikan dengan kebutuhan kontekstual di setiap daerah.

“Kalau hari ini kesehatan, ke depan rencananya kami lebih getol ke aspek pendidikannya,” ujarnya.

Salah satu wujud konkret komitmen Pegadaian di bidang pendidikan adalah kerja sama dengan Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak.

“Contohnya kami sudah kerja sama dengan UNTAN untuk Creative Lounge. Sekarang sudah proses pembuatan, mudah-mudahan tahun ini sudah bisa kita resmikan,” pungkas Abdul Lafaz.

(*Red)