“Gold War” Perang Mafia Emas Ilegal Kalbar: Jaringan SB vs AS Makin Memanas

Ilustrasi – "L", Adik dari tokoh jaringan mafia emas SB, menjadi buron utama setelah lokasi usahanya digerebek polisi. Ketegangan antara dua kelompok besar emas ilegal, SB dan AS, kian meningkat di tengah upaya penegakan hukum yang masif.
Ilustrasi – "L", Adik dari tokoh jaringan mafia emas SB, menjadi buron utama setelah lokasi usahanya digerebek polisi. Ketegangan antara dua kelompok besar emas ilegal, SB dan AS, kian meningkat di tengah upaya penegakan hukum yang masif.

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Persaingan antara dua kelompok mafia emas ilegal di Kalimantan Barat (Kalbar), yakni jaringan SB dan AS, semakin memanas.

Sejumlah penggerebekan oleh aparat kepolisian dalam beberapa pekan terakhir diduga mengarah ke jaringan SB yang selama ini menjadi pesaing kuat AS dalam bisnis Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan perdagangan emas ilegal.

Terbaru, adik dari SB dengan inisial “L” menjadi target utama dalam penggerebekan oleh Polresta Pontianak.

Lokasi operasi perdagangan emas ilegal milik “L” digerebek di kawasan Perdana Square, Jalan Perdana, Pontianak.

Baca juga: Adik Siman Bahar Kabur Usai Penggerebekan Emas Ilegal, Polisi Lakukan Pengejaran

Sebelumnya, Polda Kalbar juga telah menangkap penampung emas ilegal berinisial LK di Kabupaten Melawi.

Disusul oleh Polres Kapuas Hulu yang mengamankan 22 pekerja PETI di Desa Teluk Geruguk, Kecamatan Boyan Tanjung, dan tengah memproses tiga bos emas dari wilayah tersebut.

“Ketiga bos PETI itu sudah kami panggil dan diminta keterangan. Kami hanya tinggal menunggu hasil dari keterangan ahli,” kata Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, IPTU Rinto Sihombing.

Dalam penggerebekan terbaru oleh Polresta Pontianak, empat tersangka ditetapkan.

Polisi juga menemukan sejumlah batangan emas ilegal. Sementara itu, “L”, yang diduga pemilik emas ilegal, masih dalam pencarian.

Baca juga: Ini Kronologi Pengungkapan Jaringan Perdagangan Emas Ilegal

“Untuk pemilik emas ini inisialnya L dan masih dalam pencarian,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Wawan Darmawan dalam konferensi pers.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Fakta Kalbar, sebagian besar pengungkapan kasus emas ilegal ini berhubungan dengan jaringan SB, yang diketahui bersaing dengan jaringan AS, seorang cukong besar dalam perdagangan emas ilegal dan PETI di Kalbar.

L bahkan disebut sebagai adik kandung dari SB, memperkuat dugaan bahwa persaingan antar-jaringan mafia emas ilegal kini kian terbuka dan berujung pada konflik wilayah serta dominasi pasar.

Kalimantan Barat dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil emas terbesar di Indonesia.

Namun, aktivitas PETI yang masif telah menimbulkan kerusakan lingkungan, konflik antar-kelompok, dan dugaan keterlibatan oknum penegak hukum.

Pemberitaan Fakta Kalbar belakangan ini mengungkap bagaimana praktik-praktik mafia emas ilegal di wilayah ini, termasuk dugaan adanya perlindungan dari pihak-pihak tertentu yang memperkuat posisi mereka di lapangan. [Tim]

Baca juga: Antara Pernyataan Resmi dan Kesaksian Warga Soal Temuan Emas Ilegal: Benarkah Semua Bukti Sudah Terungkap?

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id