-
Peningkatan produktivitas kerja.
-
Peningkatan keterampilan, keahlian, dan kompetensi pekerja.
-
Menjaga hubungan industrial yang harmonis dan kondusif.
-
Meningkatkan disiplin serta semangat kerja.
-
Mematuhi peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama.
-
Mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan konflik ketenagakerjaan.
-
Memperhatikan kepentingan bersama dalam revisi UU Ketenagakerjaan.
-
Menjaga iklim usaha dan investasi yang sehat.
Menurut Sarman, kesejahteraan buruh tidak hanya menjadi tanggung jawab pengusaha. Ia menegaskan perlunya keterlibatan negara dalam menciptakan keseimbangan antara hak pekerja dan keberlangsungan usaha.
“Satgas PHK tentu untuk mitigasi dan antisipasi agar PHK tidak terjadi. Tentu harus ada campur tangan pemerintah agar kelangsungan usaha terjamin. Karena PHK umumnya merupakan langkah terakhir yang dilakukan pengusaha jika prospek dan kelangsungan usahanya tidak memiliki peluang untuk bertahan dan bangkit,” jelasnya.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Demo di Tugu Digulis Pontianak, Desak Kenaikan Upah di Hari Buruh Internasional
Dalam kesempatan yang sama, Sarman juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam peringatan May Day yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Menurutnya, kehadiran Prabowo menjadi dorongan moral bagi para pekerja.
Ia juga mendukung gagasan Prabowo terkait pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional serta Satgas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), yang diharapkan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan.
Peringatan Hari Buruh di Monas turut dihadiri oleh tiga konfederasi besar, yakni Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Tokoh-tokoh buruh seperti Said Iqbal, Andi Gani Nena Wea, Jumhur Hidayat, dan Elly Rosita Silaban hadir sebagai representasi para pekerja.
Sementara itu, kelompok buruh lain yang tergabung dalam aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) memilih turun ke jalan dan melakukan aksi di depan Gedung DPR RI. Beberapa organisasi yang tergabung di dalamnya antara lain Konfederasi KASBI, KPBI, KPA, YLBHI, WALHI, dan Aliansi Jurnalis Independen.
“Mari kita tingkatkan semangat kolaborasi dan harmonisasi membangun ekonomi Indonesia di tengah situasi geopolitik dan perekonomian global yang penuh ketidakpastian dan perang dagang yang semakin terbuka,” ujar Sarman menutup pernyataannya.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Lakukan Aksi di Tugu Digulis Peringati Hari Buruh Internasional
















