Faktakalbar.id, NASIONAL – Semburan lumpur panas kembali terjadi di Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Jumat (25/4). Fenomena alam ini menimbulkan kekhawatiran warga setelah ditemukan 15 titik semburan yang tersebar di lima lokasi berbeda.
Titik-titik semburan tersebut mengeluarkan lumpur panas, gas, dan air, dan sebagian besar berada di atas lahan milik warga. Bau belerang yang menyengat juga tercium di sekitar lokasi, membuat warga semakin resah.
Baca Juga: BNPB: Update Bencana Alam 27 April 2025, Kekeringan hingga Erupsi Gunung Lewotobi
Menurut keterangan warga sekitar, fenomena semburan ini bukan hal baru. “Sudah ada sejak lama, tapi jumlahnya tidak sebanyak sekarang. Sejak 2018 mulai bertambah dan beberapa bulan terakhir makin masif,” ujar seorang warga.
Akibat semburan lumpur panas ini, sekitar lima hektare lahan dan kebun karet milik masyarakat mengalami kerusakan parah. Bahkan, saat hujan turun, lumpur dari semburan mengalir ke sungai terdekat, menyebabkan pencemaran yang membuat air sungai tidak lagi bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari.
Menanggapi laporan warga, Bupati Mandailing Natal bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD segera meninjau langsung lokasi semburan. Pemerintah pusat pun turut ambil bagian dengan menurunkan tim dari Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan serta Konservasi Energi, Kementerian ESDM.
Tim dari Kementerian ESDM telah mengambil sampel lumpur untuk diuji di laboratorium di Jakarta. Hasil awal menunjukkan bahwa semburan tidak mengandung gas beracun H2S, namun penyebab pasti semburan masih dalam proses investigasi.
Masyarakat berharap agar pemerintah segera memberikan penanganan lebih lanjut guna mencegah dampak yang lebih besar terhadap lingkungan dan aktivitas pertanian.
Baca Juga: BNPB Update Bencana Terbaru: Pergerakan Tanah, Longsor, Banjir, dan Cuaca Ekstrem
















