Namun, saat mulai siuman, ia tiba-tiba mengamuk, memukul temannya, dan membuat kerusuhan di ruang pemeriksaan.
“Temannya sempat memeluknya, namun dia malah makin bringas,” lanjut Sukadi.
Kejadian ini menyebabkan kepanikan di dalam klinik. Beberapa fasilitas klinik dilaporkan mengalami kerusakan, dan suasana menjadi kacau hingga membuat pasien lainnya merasa tidak nyaman dan ketakutan.
Melihat situasi tidak terkendali, pihak keamanan klinik menghubungi Linmas dan polisi. Setelah aparat tiba di lokasi, Mitchell akhirnya mulai tenang dan mengakui perbuatannya.
Ia pun menyatakan bersedia mengganti kerusakan yang ditimbulkan dan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Baca juga: Benarkah Permadi Arya Diangkat Jadi Komisaris PT Jasamarga Tollroad Operation?
















