Presiden Republik Indonesia ke-8 tersebut memastikan bahwa produksi pangan berjalan lancar dan mampu mencukupi kebutuhan rakyat.
Baca Juga: Kabupaten Sambas Terima Bantuan Alsintan Terbanyak di Kalbar
Pengawasan dan Pengendalian Mesti Dijalankan Secara Intensif
Meski ada lonjakan permintaan pada masa-masa perayaan, pemerintah telah menginstruksikan agar langkah-langkah pengawasan dan pengendalian pasokan dijalankan secara intensif.
Hal ini dilakukan untuk menjaga agar harga pangan tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Ifan Seventeen Dilantik Jadi Dirut PFN Milik BUMN, Pernah Rilis Lagu untuk Prabowo
Prabowo juga menginstruksikan Menteri Perdagangan, Budi Santoso, untuk terus memantau ketersediaan bahan pangan serta mengontrol fluktuasi harga.
Meskipun beberapa komoditas seperti cabai sempat menunjukkan kenaikan harga, pengawasan ketat yang dilakukan telah berhasil menekan harga kembali ke level normal.
Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati perayaan Lebaran tanpa perlu khawatir akan kenaikan harga bahan pokok.
Baca Juga: Polres Kubu Raya Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2025 Jelang Perayaan Idulfitri
Selain itu, kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam sidang tersebut menunjukkan komitmen bersama pemerintah untuk memastikan persiapan Lebaran berjalan dengan lancar dan terkoordinasi.
Upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas stok pangan dan harga komoditas merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menghadapi tantangan ekonomi menjelang Lebaran.
Dengan koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait, diharapkan dampak positif dari kebijakan ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga perayaan Lebaran 2025 berlangsung dengan aman, lancar, dan sejahtera. (dit)










