Masyarakat Dimudahkan Untuk Pengaduan dan Kontrol Karya Pers

Apalagi, dalam pantauan Dewan Pers, umumnya redaksi media online harus mengelola lebih dari 600 artikel/konten berita dalam satu hari.

“Dengan konten yang begitu banyak di-manage, mau tidak mau masing-masing newsroom harus memperkuat kontrol berita, proses editing, dan penegakan kode etik di redaksi masing-masing,” serunya.

Menyebarkan Optimisme
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) berharap, media massa dan insan pers turut menyebarkan optimisme di tengah masyarakat. Khususnya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Media diharapkan bersama-sama membangun optimisme masyarakat karena memiliki peran besar dalam mempengaruhi perilaku,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam “Seminar Peran Pers Terhadap Pemulihan dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia” di Jakarta, Kamis (27/10).

Iskandar mengatakan, media memiliki peran penting dalam mengubah opini maupun persepsi lantaran aksesnya yang luas menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurut dia, seluruh komponen masyarakat termasuk pers, perlu berkontribusi untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional pascapandemi.

Di sisi lain, tantangan ekonomi dan krisis global terus membayangi perekonomian di Tanah Air.

“Kita lihat di luar negeri, media memberitakan tentang resesi sehingga terjadi kepanikan di masyarakat. Pengusaha menahan ekspansi usahanya, sebagian nasabah berbondong-bondong menarik dana di bank,” ujarnya.

Iskandar mengungkapkan, pemerintah mengupayakan agar perekonomian di dalam negeri tetap stabil.

Pada masa pandemi covid-19, pemerintah mengambil sejumlah langkah agar perekonomian terus berjalan, di antaranya implementasi UU Cipta Kerja, pemberian stimulus fiskal, hingga optimalisasi tim pengendali inflasi di tingkat pusat dan daerah.

Dia menambahkan, pemerintah juga terus mendorong iklim investasi tetap kondusif dan sektor pariwisata agar berkembang, seiring dengan terkendalinya penularan covid-19.

“Sekali lagi peran media dibutuhkan untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah agar tata kelolanya dalam jalur yang benar,” serunya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari menegaskan, pers memiliki tanggung jawab, serta mendukung dan berkontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.(rfk)