Water Bombing Dikerahkan ke Gunung Palung dan Pematang Gadung Tangani Karhutla
Faktakalbar.id - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat diperkuat melalui pengerahan dua unit pesawat water bombing ke Kayong Utara dan Ketapang pada Minggu, 20 September 2026.
Faktakalbar.id - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat diperkuat melalui pengerahan dua unit pesawat water bombing ke Kayong Utara dan Ketapang pada Minggu, 20 September 2026.
Pemadaman udara tersebut menyasar kawasan Taman Nasional Gunung Palung di Kabupaten Kayong Utara dan Desa Pematang Gadung, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang.
Di kawasan Gunung Palung, satu unit pesawat water bombing dikerahkan untuk menangani area terbakar yang diperkirakan mencapai hampir delapan hektare.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Kalbar Ridwan menyebut sekitar separuh area terbakar di kawasan tersebut telah berhasil dipadamkan.
“Yang terbakar itu luasannya hampir 8 hektare dan yang sudah berhasil dipadamkan separuh dari 8 hektare tersebut, mungkin sudah hampir 4 hektare yang terpadamkan,” ujar Ridwan.
Sementara satu unit pesawat water bombing lainnya diarahkan ke Desa Pematang Gadung untuk membantu penanganan kebakaran di wilayah tersebut.
Pengerahan pesawat dilakukan ketika penanganan kebakaran melalui jalur udara dibutuhkan untuk menjangkau area yang terbakar.
Operasi pemadaman di dua lokasi tersebut berlangsung di tengah masih terdeteksinya titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Berdasarkan pemantauan pada 19 September 2026, terdapat 121 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang tersebar di lima kabupaten.
Ketapang mencatat jumlah titik panas terbanyak dengan 87 titik, disusul Melawi sebanyak 16 titik dan Kayong Utara 11 titik.
Selanjutnya, lima titik panas terdeteksi di Sintang dan dua titik lainnya berada di Sekadau.
Ridwan mengatakan sebaran titik panas masih bersifat fluktuatif sehingga perkembangan kondisi perlu terus dipantau.
Pemadaman udara menjadi salah satu metode yang digunakan untuk membantu mengendalikan kebakaran, khususnya pada area yang membutuhkan penanganan dari udara.
Perkembangan api dan kondisi penerbangan turut menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan operasi water bombing di lapangan.
Penanganan selanjutnya dilakukan berdasarkan kondisi kebakaran dan hasil pemantauan terbaru di masing-masing lokasi.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.