faktakalbar

Warga Pontianak Timur Dapat Pasokan Lima Juta Liter Air Tawar dari Terentang di Tengah Intrusi Air Laut

Faktakalbar.id - Warga Pontianak Timur mendapat tambahan pasokan air tawar sebanyak lima juta liter setelah air baku Sungai Kapuas dan Sungai Landak terdampak intrusi air laut.

Penulis: Natash Sunday, 20 September 2026 📖 2 menit
Warga Pontianak Timur Dapat Pasokan Lima Juta Liter Air Tawar dari Terentang di Tengah Intrusi Air Laut
Pasokan lima juta liter air tawar dari Desa Radak mulai diproses di IPA Parit Mayor, Pontianak Timur, Sabtu (19/9/2026). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Warga Pontianak Timur mendapat tambahan pasokan air tawar sebanyak lima juta liter setelah air baku Sungai Kapuas dan Sungai Landak terdampak intrusi air laut.

Pasokan tersebut didatangkan dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, menggunakan tongkang dan tiba di IPA Parit Mayor pada Jumat (18/9/2026) malam.

Pembongkaran air dilakukan mulai Sabtu pagi untuk selanjutnya diproses dan disiapkan bagi kebutuhan masyarakat.

Dari lima juta liter air yang didatangkan, sekitar empat juta liter akan dialirkan melalui jaringan keran warga.

Satu juta liter lainnya disimpan sebagai cadangan untuk masyarakat yang membutuhkan air tawar melalui galon atau jerigen.

Dengan skema tersebut, warga Pontianak Timur dapat mengambil air tawar di IPA Parit Mayor tanpa harus menuju IPA Imam Bonjol.

"Nanti air ini akan didistribusikan kepada warga, khususnya di Pontianak Timur," ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

Edi mengatakan satu juta liter air disiapkan agar warga memiliki pilihan mendapatkan air secara langsung.

"Selain kita distribusikan ke masyarakat melalui keran, kita juga ada cadangan 1 juta liter yang bisa diambil langsung oleh masyarakat. Jadi, tidak perlu menyeberang ke Imam Bonjol," katanya.

Pasokan air tawar tersebut diperlukan karena kadar garam pada air baku Sungai Kapuas dan Sungai Landak masih berfluktuasi.

Pada Sabtu pagi, kadar garam di kawasan Imam Bonjol berada di kisaran 1.800 miligram per liter.

Sementara di kawasan Selat Panjang, kadar garam tercatat sekitar 2.500 miligram per liter.

Menurut Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah, kondisi tersebut masih berada di atas batas 600 miligram per liter yang menjadi acuan untuk kebutuhan tertentu.

Air dari Desa Radak telah melalui pemeriksaan sebelum digunakan sebagai sumber pasokan.

"Pemeriksaan dari sisi salinitas, TDS, dan turbiditas. Termasuk juga pemeriksaan kandungan-kandungan lainnya seperti zat besi (Fe). Alhamdulillah, hasil pemeriksaannya menunjukkan kualitasnya layak, maka kita ambil airnya di titik tersebut," ujar Abdullah.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan air yang diambil dari titik sumber memenuhi persyaratan sebelum masuk dalam proses pengolahan.

Lima juta liter air yang tiba di IPA Parit Mayor diperkirakan membutuhkan waktu sekitar delapan hingga 10 jam untuk selesai diproses.

Pasokan berikutnya dengan volume kurang lebih sama juga sedang dipersiapkan dari Desa Radak.

Lokasi pengolahan untuk pasokan berikutnya masih akan ditentukan berdasarkan kebutuhan di lapangan.

"Nanti kita cek apakah akan diarahkan ke sini, ke IPA Kuning, atau ke Imam Bonjol," kata Edi.

Pasokan tersebut menjadi tambahan air tawar bagi masyarakat Pontianak saat sumber air baku utama masih menghadapi dampak intrusi air laut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK