faktakalbar

Truk TBS Mengantre di Sejumlah PKS Sekadau, Distribusi CPO Terkendala Akses Sungai Surut

Faktakalbar.id - Antrean panjang truk pengangkut tandan buah segar (TBS) terlihat di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Jumat (25/9/2026).

Penulis: Natash Sunday, 27 September 2026 📖 2 menit
Truk TBS Mengantre di Sejumlah PKS Sekadau, Distribusi CPO Terkendala Akses Sungai Surut
Truk pengangkut tandan buah segar kelapa sawit mengantre untuk membongkar muatan di salah satu PKS di Sekadau Hilir. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Antrean panjang truk pengangkut tandan buah segar (TBS) terlihat di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Jumat (25/9/2026).

Kondisi tersebut terjadi ketika aktivitas pengolahan sawit di sejumlah pabrik mengalami hambatan akibat distribusi crude palm oil (CPO) yang tidak berjalan seperti biasanya.

Kemarau panjang menyebabkan debit Sungai Kapuas menurun sehingga pengangkutan CPO melalui jalur air ikut terdampak.

Hambatan distribusi membuat tangki penampungan CPO di sejumlah PKS penuh.

Perusahaan kemudian mengurangi pengolahan TBS yang masuk sehingga truk milik masyarakat harus menunggu lebih lama untuk membongkar muatan.

Antrean kendaraan terlihat di tiga PKS yang berada di Kecamatan Sekadau Hilir, yakni PT Permata Hijau Sarana (PHS), PT Makmur Prima Lestari (MPL), dan PT Multi Jaya Perkasa (MJP).

Para sopir harus mengikuti sistem antrean yang diterapkan masing-masing perusahaan selama kapasitas pengolahan belum kembali normal.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan kelancaran pengangkutan hasil perkebunan masyarakat.

Kasat Samapta Polres Sekadau Iptu Insan Malau mengatakan para sopir diminta tetap mengikuti ketentuan perusahaan selama antrean berlangsung.

“Kami mengimbau para sopir tetap tertib mengantre dan mengikuti aturan yang sudah dibuat pihak perusahaan. Kondisi seperti ini perlu disikapi dengan sabar agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan,” kata Iptu Malau, Sabtu (26/9).

Selain sopir, perusahaan juga diminta memperhatikan TBS yang berasal dari masyarakat sekitar Kabupaten Sekadau.

Situasi tersebut membutuhkan komunikasi antara petani, sopir, dan pihak perusahaan agar aktivitas bongkar muat tetap berjalan secara tertib.

Antrean kendaraan berpotensi terus terjadi apabila distribusi CPO masih terkendala akibat kondisi Sungai Kapuas.

“Kita berharap semua pihak bisa saling memahami kondisi yang terjadi. Semoga hujan segera turun sehingga debit sungai kembali normal dan aktivitas pengangkutan serta pengolahan kelapa sawit dapat berjalan lebih lancar,” ujar Iptu Malau.

Kelancaran distribusi CPO menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kapasitas pengolahan TBS di pabrik.

Sementara itu, petani dan sopir pengangkut TBS membutuhkan kelancaran proses bongkar agar hasil perkebunan dapat segera diterima oleh pabrik.

Kondisi debit Sungai Kapuas dan distribusi CPO menjadi bagian penting yang turut menentukan kelancaran aktivitas industri kelapa sawit di wilayah Sekadau.

Antrean di sejumlah PKS masih menjadi perhatian selama aktivitas pengolahan dan distribusi belum kembali berjalan seperti biasanya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK